A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Gedung SMPN 3 Terancam Amblas - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Pekanbaru

Gedung SMPN 3 Terancam Amblas

Selasa, 7 Desember 2010 07:32 WIB
Gedung SMPN 3 Terancam Amblas
Budi/Tribun Pekanbaru
AMBLAS - Pagar SMP Negeri 3 Batu Belah, Kecamatan Kampar amblas, Senin (6/12). Amblasnya pagar tersebut mengancam bangunan sekolah dan anak didik yang sedang mengikuti belajar-mengajar.
BANGKINANG, Tribunnewspekanbaru.com - Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 3, Desa Batu Belah Kecamatan Kampar, yang dibangun tahun 2001 kini terancam. Pasalnya, di beberapa titik, pagar sekolah amblas.

"Kondisi saat ini mengakibatkan ruang gerak serta aktivitas belajar-mengajar anak-anak menjadi terganggu. Apalagi abrasi yang terjadi terdapat di beberapa titik. Kondisi tersebut menjadikan sekolah sangat rawan amblas jika tidak cepat-cepat ditangani," ujar Kepala Sekolah SMPN 3, Hasmi Manaf, kepada Tribun, Senin (6/12).

Hasmi mengatakan, persoalan ini sudah dilaporkan ke pemerintah daerah. Namun, hingga kini belum ada respon guna menanggulangi longsoran tanah yang menahan area sekolah dari amblas. Bahkan dinas terkait, Pekerjaan Umum dan Bina Marga, belum melakukan upaya apapun.

"Kita sudah upayakan dengan meminta perhatian Pemerintah Daerah. Namun, belum ada realisasinya. Bahkan, beberapa dinas terkait sudah pula kami surati, dan pernah datang bagian administrasi pembangunan Sekda Kampar. Tetap saja tidak ada tindakan yang dilakukan," ungkap Hasmi.

Ancaman amblasnya area sekolah dan pagar tersebut terjadi sejak pengembang membangun perumahan. Lokasi pembangunan perumahan dengan area sekolah hanya dibatasi pagar. Sementara area perumahan lebih rendah dibanding tanah sekolah. Ditambah lagi, tanah yang dirata tidak dibangun turab, guna mencegah longsoran.
 
"Pengembang memang pernah berjanji akan membuatkan turab untuk mengantisipasi longsor . Namun perjanjian tersebut hanya diucapkan lewat mulut saja. Tidak ada perjanjian secara tertulis," jelas Hasmi.Hasmi menjelaskan, sekolah sudah kalkulasikan jika diupayakan pencegahan dengan pembuatan turab, biayanya sangat tinggi. Lebih baik sekolah direlokasi saja.

"Apakah itu nantinya tanah didatarkan, atau nantinya dipindahkan saja ke daerah yang lebih representatif. Lebih baik sejak awal dilakukan penanggulangan. Jangan baru bertindak setelah ada kejadian," pinta Hasmi.Kepala Desa Batu Belah, Jupri mengaku, hanya memberikan rekomendasi bagi pengembang saat akan melakukan pembangunan perumahan. Perizinan pembangunan rumah termasuk perhitungan Amdal, semuanya menjadi rekomendasi dari dinas terkait.

"Saya tidak berarti apa-apa. Jabatan Kades sama sekali tidak ada pengaruhnya. Semua keputusan ada pada dinas terkait," ujar Jupri.Amblasnya tanah di beberapa titik tersebut terjadi sejak pembangunan perumahan dilakukan. Bahkan, ia sudah beberapakali mengupayakan agar kondisi area sekolah lebih diperhatikan. Namun, imbauan tersebut tidak juga digubris.

"Sebenarnya pihak pengembang sudah mebuat komitmen untuk memperhatikan kontur tanah sekolah. Namun, tidak ada perjanjian yang mengikat. Perjanjian hanya diucapkan secara lisan saja," ujar Jupri. (brt)
Penulis: zulham
Editor: zulham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas