A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Anak Mantan Kapoltabes Pekanbaru Tiba di Lampung - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Pekanbaru

Anak Mantan Kapoltabes Pekanbaru Tiba di Lampung

Selasa, 28 Juni 2011 07:10 WIB
Anak Mantan Kapoltabes Pekanbaru Tiba di Lampung
ilustrasi/net
LAMPUNG, TRIBUN - Tepat pukul 16.00, Senin (27/6) kemarin, jenazah Putri Mega Umboh, tiba di rumah duka di kompleks Polri Haji Mena, Blok B2 nomor 6, Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Puluhan pelayat yang sudah menunggu sejak siang berdiri menyambut kedatangan peti jenazah anak pertama pasangan mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh Mosse dan Getwien Mosse. 

Putri, yang diterbangkan dengan pesawat Garuda dari Batam tiba di rumah duka menggunakan mobil ambulans Polda Lampung. Sebuah mobil kijang Innova yang ditumpangi Kompol Mindo Tampubolon, suami korban dan putrinya Keisha (2,3) mengiringi dari belakang.

Isak tangis kerabat korban seketika pecah saat peti jenazah perempuan yang dikenal periang dikeluarkan dari mobil memasuki halaman rumah nan asri yang dipenuhi pepohonan cemara.

Tangisan Keisha yang digendong sang ayah menambah duka mendalam bagi kerabat dekat korban. Raut duka juga tergambar jelas dari wajah orangtua Putri, Kombes James Umboh, dan empat adik korban, Alexander Yodo Umboh, Raja Bahane Umboh, Talia Umboh, dan Jeje Umboh. Mereka enggan berbicara sepatah katapun saat jenazah disemayamkan di rumah duka untuk dilakukan ibadah kebaktian.    

Getwien mengaku, sangat terpukul dengan kepergian Putri yang tengah mengandung tiga bulan. Dia tidak menyangka korban yang lahir di Ambon 24 Mei 1986 juga lulusan SMA Xaverius Tanjungkarang, Bandar Lampung begitu cepat meninggalkannya.

Getwien perempuan berdarah Manado yang didampingi suaminya, serta putranya Alexander Yodo mengaku musibah yang menimpa anaknya murni kriminalitas, yang dilakukan Ujang pacar Ros yang merupakan pembantu korban.  

Menurutnya, pembunuhan yang menimpa putrinya, Kamis (23/6), terjadi saat anaknya yang baru pulang mengantar suami dan menemukan pelaku berada di dalam kamar pribadinya.

"Anak saya kaget dan marah karena pelaku berada di kamar. Karena dia melawan mungkin pelaku nekat menghabisinya," kata Getwien.

Alexander Yodo menambahkan, motif pembunuhan diduga karena pelaku hendak menguasai harta korban. Pasalnya, harta benda dan uang dari dalam rumah yang baru ditempati oleh keluarga korban banyak raib.

"Uang Rp 10 juta dari brankas, jam tangan merek carol, seharga Rp 14 juta serta satu unit mobil baru All New Nissan X Trail dan baju-baju semuanya hilang dari rumah kakak," kata Yodo.


Cerita lain diungkapkan Doni anak angkat keluarga James Umboh. Dia menuturkan, Putri merupakan seorang model semasa SMA. Hal ini pun dibenarkan Getwien: "Anak saya model, itu pialanya banyak di kamar," tutur Getwien kepada Tribun.

Jenazah Putri lulusan fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia direncanakan dikebumikan, Selasa (27/6), di pemakaman umum jemaat Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Marturia, Negerisakti, Kabupaten Pesawaran.

Putri ditemukan tewas mengenaskan di hutan sebelah pelabuhan Telaga Punggur, Kepulauan Riau, Minggu (26/6). Saat ditemukan  leher putri mengangga akibat benda tajam dan terdapat  tujuh luka tusukan di sekujur tubuhnya. Puri tewas dibunuh Ujang yang tidak lain pacar Ros pembantu korban.  Kedua pelaku akhirnya bisa diringus petugas dari salah satu kamar 226 Hotel Bali Nagoya, Sabtu  (25/6) sekitar pukul 23.00 WIB.
Ucapan duka

Pantauan Tribun di rumah duka puluhan karangan bunga ucapan belasungkawa tampak berjejer memenuhi jalan menuju rumah. Ucapan duka datang dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman, Kapolda Bali Brigjen Po Hadiatmoko, Komjen Pol Sofyan Yacoeb, mantan Kapolda Metro Jaya, Kapolda Lampung Brigjen Sulistyo Ishak, dan Wakapolda Lampung Kombes Rusman.

Sementara itu, rumah orangtua Kompol Mindo Tampubolon, di Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru, tampak sepi. Rumah dua lantai milik Firman Tampubolon, pengusaha Pekanbaru itu hanya dihuni seorang pembantu dan seorang security.

"Sejak hari Jumat, bapak dan ibu (Firman Tampobolon dan Rosmary) pergi ke Jakarta," kata Edi Suharno, security kediaman Firman Tampubolon.
Kombes James Umboh yang merupakan besan dari Firman Tampubolon ini pernah menjabat Kapoltabes Pekanbaru sekitar satu tahun 2005-2006. Lalu, tanggal 19 September 2006 James Umboh dipromosikan menjabat Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Nusa Tenggara Timur dan posisinya digantikan oleh Kombes Pol Syafril Nursal.

Kemudian tahun 2008 -2010 James Umboh dipercaya untuk menduduki jabatan Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan (Karo Renbang) Kalimantan Barat. Selanjutnya tahun 2010-2011dipercaya untuk menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan (Karo Renbang) Polda Bali. (cr13/tribunlampung/rri)
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
6412 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas