Kamis, 28 Mei 2015

Geram Suporter Sulut Petasan

Rabu, 7 September 2011 10:33

Geram Suporter Sulut Petasan

Saat Indonesia tertinggal dua gol, lewat gol pemain Bahrain, Sayed Dhiya Saeed Ebrahim menit 42 dan Ismaeel Abdullatif 72, suporter tuan rumah menumpahkan kekecewaan dengan membakar petasan dan melempar botol air minum ke arah lapangan.

Bunyi petasan ini dianggap  wasit asal Korea Selatan Lee Min Hu mengganggu jalannya pertandingan. Pertandingan pun dihentikannya pada menit 75. Keputusan Lee didukung oleh pengawas pertandingan dari Asia Football Confederation (AFC).

Melihat aksi penonton yang tidak sportif, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menonton langsung di Tribun VVIP marah dan kecewa dengan sikap suporter Indonesia

Kepala Negara sempat menunjuk ke arah tribun penonton yang menjadi sumber lontaran botol mineral tersebut. Presiden pun meninggalkan Tribun VVIP dengan wajah geram. Aksi Presiden meninggalkan tribun diikuti anggota rombongan, seperti Ibu Negara Ani Yudhoyono, putra bungsu Edhie Baskoro, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Menteri Koperasi dan UKM  Syarief Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Ketua DPR RI Marzuki Ali, dan lainnya.

Ketika disapa para wartawan, ekspresi wajah Presiden tak berubah. Ditanya mengenai jalannya pertandingan, Presiden hanya mengatakan, "Pertandingan belum selesai."

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi membenarkan bahwa Presiden marah.
"Iya Presiden marah. Semua kecewa dengan tingkah laku suporter kita yang kayak gitu," kata Sudi. Menurutnya hal tersebut dipicu tindakan penonton yang tidak mematuhi peraturan dan tetap membawa barang-barang terlarang ke dalam stadion sehingga mengganggu jalannya pertandingan.

Sudi menyayangkan petasan yang terus menyala kendati panitia telah memberikan peringatan. Masuknya petasan ke dalam stadion ternyata membuat presiden gusar. Kapolri Jenderal Timur Pradopo pun kena tegur. Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.

Halaman12
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas