Selasa, 23 Desember 2014
Tribun Pekanbaru

Geram Suporter Sulut Petasan

Rabu, 7 September 2011 10:33 WIB

Geram Suporter Sulut Petasan
JAKARTA, TRIBUN - Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan atas Bahrain pada laga lanjutan Kualifikasi Grup E Piala Dunia 2014 Zona Asia setelah kalah 0-2 di depan pendukung yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (6/9) kemarin.

Saat Indonesia tertinggal dua gol, lewat gol pemain Bahrain, Sayed Dhiya Saeed Ebrahim menit 42 dan Ismaeel Abdullatif 72, suporter tuan rumah menumpahkan kekecewaan dengan membakar petasan dan melempar botol air minum ke arah lapangan.

Bunyi petasan ini dianggap  wasit asal Korea Selatan Lee Min Hu mengganggu jalannya pertandingan. Pertandingan pun dihentikannya pada menit 75. Keputusan Lee didukung oleh pengawas pertandingan dari Asia Football Confederation (AFC).

Melihat aksi penonton yang tidak sportif, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menonton langsung di Tribun VVIP marah dan kecewa dengan sikap suporter Indonesia

Kepala Negara sempat menunjuk ke arah tribun penonton yang menjadi sumber lontaran botol mineral tersebut. Presiden pun meninggalkan Tribun VVIP dengan wajah geram. Aksi Presiden meninggalkan tribun diikuti anggota rombongan, seperti Ibu Negara Ani Yudhoyono, putra bungsu Edhie Baskoro, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Menteri Koperasi dan UKM  Syarief Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Ketua DPR RI Marzuki Ali, dan lainnya.

Ketika disapa para wartawan, ekspresi wajah Presiden tak berubah. Ditanya mengenai jalannya pertandingan, Presiden hanya mengatakan, "Pertandingan belum selesai."

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi membenarkan bahwa Presiden marah.
"Iya Presiden marah. Semua kecewa dengan tingkah laku suporter kita yang kayak gitu," kata Sudi. Menurutnya hal tersebut dipicu tindakan penonton yang tidak mematuhi peraturan dan tetap membawa barang-barang terlarang ke dalam stadion sehingga mengganggu jalannya pertandingan.

Sudi menyayangkan petasan yang terus menyala kendati panitia telah memberikan peringatan. Masuknya petasan ke dalam stadion ternyata membuat presiden gusar. Kapolri Jenderal Timur Pradopo pun kena tegur. Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.

"Presiden bertanya kepada Kapolri bagaimana hal itu bisa terjadi," kata Julian Aldrin Pasha.

Terancam sanksi
Selain menelan kekalahan yang membuat peluang Indonesia makin berat, ancaman sanksi kita menghantui Timnas Indonesia menyusul ulah suporter yang menyalakan petasan.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husain mengaku pasrah dan tidak tahu mau berbuat apa setelah melihat laga Indonesia kontra Bahrain dihentikan. Djohar hanya bisa mengatakan malu dengan kejadian tersebut karena ini menyangkut nama besar bangsa Indonesia.

"Ini tentu sangat memalukan, kami sebelumnya sudah memperingatkan suporter agar tidak menyalakan petasan selama pertandingan berlangsung tapi toh akhirnya terjadi juga," kata Djohar dengan muka agak pucat saat diwawancarai Tribunnews di tempat duduk VVIP Stadion Gelora Bung Karno setelah pertandingan selesai.

Djohar bahkan mengaku pasrah bila akhirnya Indonesia mendapat sanksi dari FIFA atas kejadian dihentikannya pertandingan tersebut. Djohar mengaku masih akan memikirkan langkah yang tepat agar Indonesia tak kena sanksi.  
"Semoga saja kami tidak mendapatkan sanksi apa-apa, kami masih akan mempelajari langkah yang tepat agar Indonesia tidak mendapat sanksi. Kami juga mengimbau agar suporter tidak lagi melakukan hal seperti ini," ujar Djohar.

Dikonfirmasi terpisah, match commisioner atau pengawas pertandingan dari utusan FIFA, Salman An Naseem, tidak mau berkomentar banyak tentang keputusannya menghentikan pertandingan. Pria asal Arab Saudi ini cuma berkomentar singkat. "Penyebabnya petasan," kata An Naseem yang langsung ngacir dari kejaran wartawan.

Media ofisial Timnas Indonesia Asep Saputra menjelaskan kronologi dihentikannya pertandingan oleh An Naseem. Menurutnya kondisi penonton yang menjadikan pertimbangan utama An Naseem menghentikan pertandingan.
"Sejak awal sudah ada peringatan penonton dilarang membunyikan petasan. Saat ada petasan pertama masih bisa dimaklumi tapi petasan kedua dan ketiga yang menyebabkan pertandingan harus dihentikan, An Naseem sengaja menyuruh pemain Bahrain masuk ruang ganti untuk alasan keamanan," kata Asep. (Tribunnews/wan/cen/ka7/kpc)

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas