Jumat, 28 November 2014
Tribun Pekanbaru

Dua Camat, 11 Lurah Tolak Serahkan Jabatan

Rabu, 28 September 2011 16:54 WIB

PEKANBARU, TRIBUN - Sejumlah pejabat yang dimutasi Penjabat Wali Kota Pekanbaru Syamsurizal membuktikan ancaman tidak menyerahkan jabatan ke pengganti mereka. Dua camat, dua sekretaris kecamatan dan 11 lurah memilih tidak hadir dalam acara serah terima jabatan, Selasa (27/9).

Meski demikian, para pejabat baru tetap berkantor dan mulai beraktivitas, di antaranya mengumpulkan staf kecamatan.

Sesuai instruksi Syamsurizal, jabatan camat dan lurah di tiga kecamatan yakni Kecamatan Lima Puluh, Tenayan Raya, dan Marpoyan Damai harus diserahterimakan kemarin. Dari tiga kecamatan, serah terima jabatan (Sertijab) hanya berlangsung di Kecamatan Lima Puluh.

Hazli menyerahkan jabatan sebagai Camat Lima Puluh kepada Fachrizalsyah, yang sebelumnya Sekretaris Panwaslu Pekanbaru. Hazli sendiri hanya bergeser, selanjutnya menjadi camat di Kecamatan Sail.

Sekretaris Kecamatan Lima Puluh Romi Pasrah tidak hadir, begitu juga dengan Lurah Pesisir, Lurah Sekip, dan Lurah Tanjung Rhu.

"Tiga lurah tidak datang, sehingga tidak menandatangani berita acara sertijab," kata Fachrizalsyah usai acara sertijab di aula kantor Camat Lima Puluh, Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Selasa pagi. Sertijab dihadiri Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Adi Suaska, Sekretaris Badan Pengawas Daerah Pekanbaru Kendi Harahap, dan unsur pimpinan kecamatan (Upika).

Sedangkan Sertijab di Kecamatan Tenayan Raya dan Marpoyan Damai batal digelar, karena pejabat lama tidak hadir.

Perlawanan para pejabat itu merupakan buntut dari kisruh mutasi besar-besaran 16 September 2011 lalu. Syamsurizal mengganti 134 pejabat eselon III dan IV, seperti sebelas dari 12 camat, semua sekretaris kecamatan, dan 48 lurah. Kementerian Dalam Negeri telah memanggil Syamsurizal dan memerintahkannya untuk melakukan koreksi karena mutasi yang diikuti penurunan eselon dan tak diberi jabatan (nonjob) melanggar aturan.

Sekitar pukul 11.00, Adi Suaska, Kendi Harahap bersama para pejabat yang baru sudah memasuki tempat acara di lantai dua kantor Camat Tenayan Raya, Jalan Sentra Batu Raya. Setengah jam menunggu, acara tidak juga dimulai karena camat, sekretaris kecamatan, dan empat lurah yakni Lurah Tangkerang Timur, Lurah Sail, Lurah Kulim, dan Lurah Rejosari tidak kunjung datang.

Mereka akhirnya keluar dari aula dan masuk ke ruangan camat. Melalui sambungan telepon, Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Adi Suaska melapor ke Sekda Kota Pekanbaru M. Wardan, bahwa para pejabat baru sudah masuk kantor sesuai arahan.

Setelah Adi Suaska dan Kendi Harahap pergi, Camat Tenayan Raya yang baru, Azwan mengumpulkan para staf di ruangannya. Dia memberikan arahan agar para staf fokus dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

"Sertijab batal dilaksanakan karena pejabat lama tidak hadir, namun itu tidak menghambat tugas pejabat yang baru. Jadi, kami tetap akan menjalankan tugas," kata Azwan kepada wartawan.

Saat ditanya bagaimana tanggapannya jika camat lama, Sadri, masuk kantor, Azwan mengatakan, "Yang pasti, saya kemari dengan Sekcam (Sekretaris Kecamatan) dan Lurah berdasarkan SK. Jadi,  kita akan menjalankan tugas."
Sadri sendiri tegas mengatakan, sesuai komitmen 45 pejabat yang memprotes kebijakan mutasi karena dinilai melanggar aturan kepegawaian dan sarat kepentingan politik, tidak akan menyerahkan jabatannya sampai kekeliruan ini dikoreksi.

"SK mutasi kami itu kan dianulir karena menyalahi peraturan perundang-undangan. Jadi, jika belum ada keputusan tetap dari pihak yang berwenang yakni Mendagri atau PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara, kami belum bisa sertijab. Apalagi menurut wakil rakyat di DPRD Pekanbaru, kami masih tetap camat di daerah masing-masing," tutur Sadri.

Sertijab di kantor Camat Marpoyan Damai, Jalan Arifin Achmad, Selasa siang, sekitar 14.00, juga batal karena pejabat lama, Irma Novrita, tidak hadir. Tapi Sekretaris Kecamatan Marpoyan Damai Tiopan hadir dan menyerahkan jabatannya kepada pejabat baru, M. Zaki.

Sementara dari lima lurah yang diperintahkan untuk sertijab, hanya Lurah Tangkerang Barat yang datang. Empat lurah lainnya, yakni Lurah Tangkerang Tengah, Lurah Maharatu, Lurah Sidomulyo Timur, dan Lurah Wonorejo, menolak menyerahkan jabatan mereka.

"Berdasar hasil konsultasi kami dengan Sekdako Pekanbaru M. Wardan, camat, sekcam dan lurah yang baru tetap akan melaksanakan tugas mereka karena roda pemerintahan tidak boleh berhenti," kata Adi Suaska.

"Kita sudah melaksanakan tugas, malahan sejak Senin lalu," kata Camat Marpoyan Damai yang baru, Damsal.

Saat dihubungi Tribun, Irma Novrita menyatakan diri tetap sebagai Camat Marpoyan Damai. Demikian juga sekretaris kecamatan dan lima lurah yang dimutasi. "Kami tetap camat, sekcam dan lurah sampai ada keputusan tetap dari pihak yang berwenang yakni Mendagri atau PTUN," kata dia.

Selanjutnya hari ini, Rabu, giliran Kecamatan Senapelan dan Rumbai yang akan menggelar serah terima jabatan camat, sekcam, dan sejumlah lurah. Setelah itu, Kamis, menyusul Kecamatan Payung Sekaki, Sail, dan Pekanbaru Kota. Terakhir, Jumat, sertijab digelar di Kecamatan Bukit Raya, Tampan, dan Rumbai.

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas