Jumat, 28 November 2014
Tribun Pekanbaru

Dana BOS 2012 Bakal Naik

Jumat, 4 November 2011 16:11 WIB

Laporan: Hendra Efivanias

PEKANBARU, TRIBUN- Dinas Pendidikan Provinsi Riau memperkirakan jumlah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012 mendatang akan mengalami kenaikan. Dari sebelumnya yang berjumlah Rp 370 miliar di tahun ini naik signifikan menjadi Rp 470 miliar. Seiring hal itu, jumlah dana BOS per siswa juga diperkirakan bertambah.

Perkiraan tersebut disampaikan Kepala Disdik Riau yang dikonfirmasi Tribun melalui Kepala Bidang Pengembangan SMP, Dra Dewi Riawati Andarmari MPd, Jumat (4/11). Menurut dia, meski keputusan resmi belum disampaikan pemerintah pusat, dirinya sangat yakin kenaikan itu benar-benar terealisasi. Apalagi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menunjukkan sinyal setuju atas kenaikan anggaran BOS tahun 2012.

Selain kenaikan jumlah anggaran, Dewi juga memperkirakan pengelolaan dana BOS kembali diserahkan ke pemerintah provinsi. Setahun belakangan, dana BOS dikelola oleh kabupaten/kota dan masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat II. "Tapi belum dipastikan apakah dana tersebut akan masuk melalui APBD Riau atau APBN," tuturnya.

Menurut Dewi, peruntukkan dana BOS 2012 ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti, untuk pembelian atau pengadaan buku teks pelajaran atau mengganti buku teks yang sudah rusak. "BOS juga bisa dipakai untuk membiayai seluruh kegiatan dalam penerimaan penerimaan siswa baru," tuturnya. Biaya ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa juga diambil dari BOS ini.

Ditambahkan dia, dana BOS juga bisa dipakai untuk membeli bahan-bahan habis pakai serta membayar langganan koran/majalah pendidikan, minum atau makanan ringan kebutuhan sehari-hari di sekolah. Hal yang terpenting lagi, dana BOS ini juga dapat digunakan untuk membayar honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. Lalu untuk memberi bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin.

Dewi menegaskan, meski dikelola sekolah, dana BOS ini juga diawasi secara ketat. Bahkan, pemerintah telah menetapkan beberapa larangan dalam penggunaan dana BOS. Menurutnya, dana BOS tidak boleh disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan dan dilarang dipinjamkan ke pihak lain. Pembayaran bonus dan transportasi rutin untuk guru juga tak boleh dengan dana ini.

Dana BOS juga tak boleh dipakai untuk membiayai kegiatan yang tidak prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar. Seperti, untuk studi banding, studi tour dan sejenisnya. Lalu, tak boleh untuk membangun gendung atau ruangan baru, membeli bahan yang tak mendukung proses pembelajaran serta menanam saham. 

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Drs Yuzamri Yakub MPd mengaku tidak mempermasalahkan jika pengelolaan dana BOS dikembalikan ke Provinsi. Menurut dia, apapun kebijakan pemerintah pusat yang terbaik untuk kemajuan pendidikan akan selalu mereka dukung di daerah. (hes)

Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas