Jalur Sumbar-Bengkulu Terputus

Tinggi dan luasnya genangan air mengakibatkan jalur transportasi darat menuju Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, terputus.

Jalur Sumbar-Bengkulu Terputus
antara
Tinggi dan luasnya genangan air mengakibatkan jalur transportasi darat menuju Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, terputus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Nasharyadi, menyebut tiga titik ruas jalan negara yang tak bisa dilalui kendaraan. Dua di antaranya di Nagari Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang dan Nagari Surantih, Kecamatan Sutera. Badan jalan terendam banjir mengakibatkan antrean panjang kendaraan dari dua arah sampai enam kilometer.

Warga sekitar, Peren mengatakan, jalan melintasi Nagari Pasir Putih Kambang tak bisa dilalui kendaraan karena tingginya banjir. "Kawasan itu memang rendah dibanding wilayah tetangganya," ucapnya.

"Sulit bagi kendaraan akan bisa melintas di sana dalam satu atau dua hari ke depan, apalagi jika turun hujan," ujarnya menambahkan.

Kepala BPBD Pesisir Selatan Nasharyadi mengatakan, pihaknya telah mengerahkan 12 personel SAR dan tiga kapal karet ke kecamatan yang terparah terkena dampak bencana, yakni Lengayang.

Pemerintah Pesisir Selatan sendiri telah menyalurkan bantuan bahan pokok, berupa mie instan, beras dan gula kepada para korban banjir. Sementara Pemprov Sumbar segera mengirimkan bantuan berupa kebutuhan pokok sebagai tanggap darurat untuk ribuan pengungsi .

"Bantuan yang akan dikirim berupa beras, mie instansi dan air minum kemasan yang dijadwalkan pada Jumat (4/11) pagi," kata Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Sumbar, Ali Asmar kepada wartawan di Padang.

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim akan meninjau langsung ke lokasi bencana banjir, sekaligus menyerahkan bantuan.

Sampai kemarin sore, warga di lokasi banjir terparah di dua kecamatan masih cemas. Pasalnya, hujan kembali turun meski hanya rintik-rintik. Mereka khawatir banjir terus meninggi, apalagi pasang air laut mulai terlihat. Banyak warga mengungsi, mengangkut harta benda ke daerah bebas banjir, di antaranya menumpang di rumah kerabat.

 "Hujan mulai turun walaupun rintik-rintik, dan air laut mulai naik (pasang)," kata Peren. (ant)

Editor: Zul Indra
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved