Rabu, 27 Mei 2015
Home » Jiran

Banjir Air Mata di Arafah

Minggu, 6 November 2011 10:40

Banjir Air Mata di Arafah

Ibadah wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari pukul 12.00 di Padang Arafah atau pukul 16.00 WIB.

Satu jam sebelum waktu zuhur, sebanyak 220 ribu jemaah haji Indonesia berkumpul di maktabnya masing-masing untuk berdoa, berzikir, salat sunnah dan membaca kitab Al-Quran. Dari jumlah itu terdapat seratusan jamaah yang sakit, sehingga tidak bisa wukuf di Arafah. Mereka disafari-wukufkan atau diwakili.

Saat pelaksanaan wukuf, deraian air mata membasasi pipi jemaah. Sebab di saat wukuf, jemaah banyak melakukan istighfar, koreksi diri atas doa-doa yang diperbuat, baik dosa kecil dan besar.

Jemaah haji menyadari betapa kecilnya makna hidup dihadapan Allah. Dia-lah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Pengampun dan Maha Memiliki Segala-Nya.

Pangkat dan jabatan yang dimiliki manusia di dunia ini, tidak berarti dan bukan untuk dibawa mati. Semua sujud dan berjalan di bawah terik panas matahari. Yang kaya, yang miskin, sama dihadapan Allah SWT dan yang membedakannnya adalah iman dan taqwa.

Linangan air mata seakan tidak putus, kalimat toyybah dan doa, mohon ampunan terus menggema. "Labbaikallahumma Labbaik, Labbaika La Syarika Laka Labbaik, Innal Hamd wannikmata laka walmulka la syarika lak. (Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi
panggilan-mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi, kepada jamaah haji Indonesia berpesan, Arafah merupakan tempat berkumpulnya jamaah calon haji sedunia.

Halaman123
Editor: Zul Indra
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas