Dosen dan Mahasiswa UR Rakit Perahu dari Drum Bekas
Nanti Kita Produksi Skala Banyak
Mereka berhasil membuat perahu dengan bahan yang berasal dari drum plastik HDPE bekas, ukuran 200 liter.
Ide awal membuat kapal tersebut berasal dari dua orang dosen Faperika UR, masing-masing Ketua Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Irwandi Sofyan dan dosen pengajar mata kuliah Kapal Perikanan, Polaris Nasution.
Kedua dosen ini, lalu mengajak empat orang mahasiswanya untuk mengerjakan pembuatan perahu drum tersebut. Keempat mahasiswa semester tujuh itu adalah Doni Armansyah, Muhammad Rifai Sireger, Safrizal dan Al Mashahul 'A'la.
"Awalnya kami diajak dosen mengerjakan karya penelitian bersama. Kemudian kami diminta mengajukan proposal penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari DP2M Dikti," ujar Ketua Tim Penelitian, Doni Armansyah, Senin(7/11) siang.
Proposal PKM yang mereka kirim berjudul 'Pemanfaatan Drum Plastik HDPE Bekas 200 liter Sebagai Perahu Nelayan'.
Doni mengaku senang karena bisa mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama kuliah. Sebab selama di kelas, mereka diajarkan bagaimana membuat design dan rancangan kapal. "Sekarang kami jadi tahu proses pembuatan kapal secara nyata," ujarnya.
Senada diungkapkan rekan satu timnya, Safrizal yang mengaku banyak mendapat pengalaman selama mengerjakan karya penelitian bersama dosennya tersebut. "Kami merasa senang, bisa mendapat kesempatan belajar secara langsung," ujarnya.
Setelah berhasil membuat kapal tersebut, mereka memiliki rencana usaha di bidang pembuatan perahu dan sampan dari bahan drum bekas dan ember cat bekas. "Kami juga pernah mengajukan proposal Program Pengembangan Kegiatan Kewirausahaan P2K2 dari UR, tapi kami sudah semester tujuh, sehingga proposal kami tidak disetujui," katanya.
Ketua jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Irwandi Sofyan, selaku pencetus ide mengatakan, pihaknya tengah proses pengusulan hak paten.
Kedepan, akan mencoba menawarkan perahu ke Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Riau. "Kalau kami mendapat dukungan, akan kami coba melakukan produksi dalam skala banyak. Hasilnya akan kami berikan kepada masyarakat," tambahnya.
Ia berharap, penemuan sampan tersebut dapat menjadi solusi permasalahan masyarakat yang kesulitan mencari kayu, untuk bahan pembuatan sampan. Selain itu, juga dapat menjadi sebuah penemuan atau inovasi perahu dari bahan selain kayu dan fiber. (cr13)