Sabtu, 29 November 2014
Tribun Pekanbaru

Ampar Adukan Pencemaran Sungai Kampar

Selasa, 22 November 2011 11:28 WIB

Ampar Adukan Pencemaran Sungai Kampar
tribun pekanbaru/budi Rahmat
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli sungai Kampar (Ampar), Selasa (22/11) mengadukan pencemaran sungai Kampar ke DPRD Riau
PEKANBARU, TRIBUN- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli sungai Kampar (Ampar), Selasa (22/11) mengadukan pencemaran sungai Kampar ke DPRD Riau. Dalam aspirasinya, mahasiswa meminta DPRD memfasilitasi pertemuan dengan pejabat provinsi serta kabupaten selanjutnya mendesak dihentikannya penambangan emas ilegal yang menjadi penyebab pencemaran.

Selama orasi, mahasiswa menyampaikan sungai kampar yang berhulu di XIII Koto Panjang serta sungai kuansing dan subayang dan selanjutnya bermuara di Langgam, telah tercemar oleh penambangan emas liar.

Dikatakan tahun 2008 kedalam sungai Kampar Kiri rata-rata 7-10 meter dengan lebar bibir sungai 80-100 meter, pada tahun 2011 semakin tergerus. Saat ini kedalam sungai 6 sampai 8 meter serta lebar 90-110.

"Telah terjadi pendangkalan serta abrasi disepanjang bibir sungai,
akibat penambangan emas. Bahkan kondisi sungai telah tercemar hingga tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat, " ungkap koordinator umum aksi, Rico Febputra.

Menindak lanjuti aspirasi itu, anggota Komisi C DPRD Riau, Syafruddin Saan siap memfasilitasi, namun untuk permintaan dilakukan pertemuan dalam tenggat waktu seminggu kedepan, politisi PKS ini menyatakan belum bisa direalisasikan karena kesibukan dewan pembahasan KUA-PPAS RAPBD 2012.

"Persoalan pencemaran lingkungan, tentu tidak dipandangn enteng, namun saya meminta mahasiswa bisa bersabar mengingat terlalu padatnya agenda dewan, " paparnya dihadapan mahasiswa.

Dialog sempat alot kala mahasiswa tetap bersikukuh dewan segera memfasilitasi pertemuan dalam waktu seminggu kedepan. Tapi, Syafruddin juga ngotot tidak bisa menjanjikannya.

"Sampai kapan masyarakat dibiarkan dengan kondisi penyakit gatal-gatal oleh pencemaran air sungai. Jika tidak segera di fasilitasi pertamuan dengan pejabat riau dan kabupaten, serta Kapolda riau terkait keberadaan tambang emas, maka kami akan duduki gedung DPRD Riau ini dengan massa yang lebih banyak, " gertak mahasiswa.

Syafruddin justru tak gentar sembari mempersilahkan mahasiswa
menduduki gedung. "Silahkan sampaikan aspirasi, kita akan tampung dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, " lugasnya.

Menjaga kondisi kondusif, mahasiswa memilih membacakan tuntutan mereka meski tersirat kesal dan ketidakpuasan. (brt)
Penulis: Budi Rahmat
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas