Sabtu, 29 November 2014
Tribun Pekanbaru

Guru Honor Dikontrak Perorangan

Selasa, 17 Januari 2012 09:52 WIB

Guru Honor Dikontrak Perorangan
net
Demo Guru Tidak Tetap beberapa waktu lalu di depan kantor Walikota Pekanbaru
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Menyikapi masalah tenaga guru honor, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Drs Yuzamri Yakub MPd menegaskan kembali bahwa tenaga honorer, baik guru maupun penjaga sekolah tidak akan di-outsourching-kan. Menurutnya, Disdik akan membuat kontrak kerja baru untuk menegaskan status para honorer tersebut.


Ketika ditanyai Tribun, Senin (16/1), Yuzamri menjelaskan, kontrak kerja yang akan dibuat nanti tidak bersifat kolektif tapi perorangan. Artinya, Disdik membuat kontrak kerja dengan masing-masing tenaga honor.

 "Jadi perjanjiannya nanti per orang bukan kolektif. Setiap tenaga honorer juga bertanggungjawab atas kinerja pribadinya pada satuan kerja yang membawahinya," tutur Yuzamri.


Dengan kontrak perorangan ini, diharapkan kinerja honorer semakin membaik. Karena, jika seorang guru honor tidak menjalankan tugasnya sesuai regulasi yang ditetapkan, Disdik bisa dengan mudah memutuskan hubungan kerja. Misalnya, indikator itu misalnya ada guru yang tidak mengajar dengan alasan tak jelas dalam waktu tertentu. Pengawasan terhadap tenaga honorer juga bisa lebih ketat.


Terkait gaji, Yuzamri juga menegaskan tahun ini akan disesuaikan dengan upah minimum kota (UMK). Meski demikian, kapan regulasi baru ini akan berjalan, Yuzamri belum memastikan. Pasalnya, sampai saat ini anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Pekanbaru tahun 2012 belum disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (APBD).


Ditanya tentang regulasi baru apa saja yang mengikat tenaga honor nantinya, Kepala Disdik mengaku belum bisa menjawab. Menurutnya, ketegasan atas regulasi tersebut akan disampaikan setelah APBD disahkan. Meski demikian, pihaknya meyakinkan bahwa status guru dan penjaga sekolah honor tidak akan disamakan sebagai tenaga outsourching sebagaimana yang ditakutkan selama ini.


Yuzamri juga menekankan pentingnya penambahan tenaga guru di Kota Pekanbaru. "Tahun 2011 lalu pemerintah tidak ada melakukan penerimaan guru baru. Baik pegawai negeri maupun honor. Padahal, dalam tahun tersebut ada beberapa guru yang sudah pensiun," katanya. Otomatis meski sudah ada guru honor, beberapa sekolah di Pekanbaru masih membutuhkan tenaga pendidik.


Untuk mengatasi masalah ini menurutnya tak ada kata lain selain membuka penerimaan guru. Sehingga, kegiatan belajar dan mengajar di sekolah tetap efektif. Apalagi, setiap tahun selalu ada guru yang pensiun. Artinya, jumlah pendidik semakin lama terus berkurang. (hes)
Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas