A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Rani Ikut Buat Suvenir PON XVIII - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribun Pekanbaru

Rani Ikut Buat Suvenir PON XVIII

Minggu, 11 Maret 2012 10:25 WIB
Laporan: Vina
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Semasa kuliah Rani Izzul Makarim tidak bisa berdiam diri, khususnya dalam mencari tambahan uang saku.

Padahal kalau mau, dia bisa hanya 'minta' dari orangtuanya, yang notabene sukses sebagai pengusaha dan pengrajin batik. Maka, jadilah Rani Izzul Makarimi saat itu  memasarkan produk batik Pekalongan usaha orangtuanya.
    
Awalnya, saat itu Dia  hanya menjual kepada teman kos dan teman kuliah saja. Hingga seiring berjalannya waktu, ia masuk ke toko‑toko untuk menawarkan barang dagangannya. Keluar masuk toko tidak semudah membalikkan telapak tangan, berulangkali ditolak hingga akhirnya Dia memiliki langganan sendiri.Berbekal pengalaman ini, jiwa wirausaha dan kemandiriannya otomatis sudah tertanam sejak dini.
    
"Jual batik itu keinginan saya sendiri, hingga selesai kuliahpun saya masih rutin kirim ke toko. Sampai akhirnya saya desain sendiri motifnya," kata Rani kepada Tribun belum lama ini.
    
Itu kisah sekitar 22 tahun yang lalu. Kini, ia tidak lagi berjualan, namun memiliki Gallery Batik Tabir Riau Rani yang berada di Jalan Hang Tuah nomor 70 B Pekanbaru. Butik yang awalnya dulu merupakan rumahnya, kini disulap menjadi pusat batik. Tidak hanya kain batik motif Melayu asli, tetapi juga tersedia kain sarung, scarf, selendang, aksesoris termasuk suvenir untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII mendatang.
    
Usahanya tersebut bermula setelah Rina hijrah ke Pekanbaru karena mengikuti suaminya. Karena Rina orangnya memang tidak bisa diam, ia pun mulai berjualan batik, apalagi setelah anaknya sekolah, tentu saja bertambah banyak teman. Maklum orang baru di Pekanbaru.
    
"Sambil antar anak ke sekolah, saya jualan batik di sekolah menggunakan mobil," kata wanita kelahiran Pekalongan 14 Juni 1970 ini .
    
Sekitar tahun 2003, lanjutnya ia pun mulai menjadikan rumahnya untuk berjual batik Pekalongan. "Satu ruang di lantai dua saya jadikan tempat untuk batik. Kemudian akhir tahun 2003, saya pindahkan di ruang tamu depan karena kurang nyaman di atas dekat dengan kamar anak saya," katanya.
    
Selanjutnya tahun 2004 ia diminta Ibu Septina Primawati Rusli (Istri Gubernur Rusli Zainal, red) untuk mengembangkan batik Riau. Merupakan suatu kebanggaan bagi Rina bisa mengembangkan batik Riau. "Saya belajar dengan buku panduan. Dimulai dari hanya beberapa lembar, saya pelajari motif dan desainnya. Karena motif batik melayu itu tidak sembarangan, ada filosofisnya," sebut Rani.
    
Seiring waktu berjalan, mulai dari ruang tamu, terus meningkat ke ruang tengah, ruang makan dan semua ruangan. Sehingga Rani menempati rumah baru, dan rumahnya tersebut menjadi gallery batik tabir riaunya.
    
"Saya belajar dari buku panduan, kemudian saya kembangkan hingga kini bersama karyawan pengrajin batik sudah dihasilkan ratusan jenis. Memang produksinya dari pengrajin orangtua saya, dan saya punya tim untuk desain, tetapi idenya tetap dari saya. Secara berkala saya juga langsung ke sana melihat prosesnya maupun sering berkomunikasi untuk desainnya," katanya.
    
Kecintaannya kepada batik Dia dedikasikan dengan terus mengembangkan batik Riau ini. Dari awal yang warnanya ngejreng, kini ia kembangkan mengikuti tren. Mulai dari perkembangan bahan, cara pengerjaan dan pewarnaannya. "Pokoknya apa yang sedang tren di Jawa saya ikuti, untungnya punya orangtua pengrajin batik sehingga tidak ketinggalan tren," sebutnya.
    
Selain itu, Rani mengaku senang ketika melihat hasil karyanya dipakai orang. "Saya senang ketika jalan‑jalan liat ada yang pakai batik saya. Bagaimanapun saya taulah bagaimana motif yang saya buat. Karena berbeda dengan motif yang lainnya," pungkas Rani yang kini juga telah membuka cabang batik Tabir Riau Rani di Jalan Hasyim As'ary Pekanbaru. (www.tribunpekanbaru.com/cr7)
Editor: harismanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas