Sadis! Bapak dan Anak Dirampok Lalu Dibunuh
Kuat dugaan kedua korban adalah korban perampokan, karena mobil dan sepeda motor serta semua HP di toko sudah tidak ada lagi
Penulis: Rino Syahril | Editor:
Kuat dugaan kedua korban adalah korban perampokan, karena mobil dan sepeda motor serta semua HP di toko sudah tidak ada lagi. Kabar tewasnya Bapak dan anak itu berawal dari kecurigaan istri korban yang berada di Dumai, karena saat dihubungi HP korban sejak dua hari yang lalu aktif tapi tidak pernah diangkat.
Merasa curiga istri korban memberitahukan hal itu ke Asrizal yang tidak lain adik korban. Mendapat kabar itu Asrizal coba menghubungi HP abangnya hal yang sama juga dialaminya.
Untuk memastikannya Selasa malam Asrizal bersama karyawan abangnya datang ke toko, sesampainya di toko ternyata di dinding ruko ada tulisan 'Libur'. Kemudian karyawan itu menyampaikan tulisan itu sudah ada sejak hari Minggu.
"Karena saya curiga akhirnya saya bersama karyawan abang saya membuka paksa pintu ruko dengan gerinda. Setelah pintu terbuka ternyata dalam ruko tidak ada mobil abang saya," ungkapnya.
Selanjutnya mereka terus masuk kedalam ruko dan saat naik tangga menuju lantai II Asrizal dan karyawan abangnya langsung mencium bau busuk dari lantai II. Kecurigaan mereka semakin bertambah, dan alangkah terkejutnya Asrizal bersama karyawan tersebut saat melihat jasad korban terbujur kaku.
Mengetahui itu Asrizal dengan cepat melapor ke Polsek Bukit Raya. Mendapat laporan ada pembunuhan dan perampokan Kapolsek Bukit Raya bersama anggotanya dibantu Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru bergegas ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pantauan dilokasi, jasad kedua korban tewas sangat mengenaskan dan disekujur tubuh korban penuh dengan luka bacokan. Korban Agusni Bahar yang ditemukan diluar kamar dengan kondisi tangan dan kaki terikat, disekujur tubuhnya penuh luka bacokan dan lehernya diikat dengan tali.
Kemudian Dodi ditemukan tewas dalam kamar juga dalam keadaan terikat dan, ditubuhnya juga penuh luka bacokan. Sadisnya lagi leher Dodi hampir putus kena tebas benda tajam dan dilehernya juga diikat dengan tali.
Terkait perampokan dan pembunuhan itu Asrizal mencurigai karyawan abangnya berinisial He yang tidur bersama Sabtu itu. "Sebab He tidak ada dalam ruko dan informasinya sudah kabur membawa mobil, sepeda motor dan puluhan HP," paparnya.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Arief Fajar yang berada dilokasi Selasa malam itu mengatakan, kasus pembunuhan dan perampokan tersebut masih dalam penyelidikannya.(www.tribunpekanbaru.com/rsy)