Sabtu, 30 Mei 2015

Jadi Guru tak Sekedar Isi Waktu Luang

Rabu, 25 April 2012 08:38

Hal ini disampaikan Rina ketika menjadi pembicara dalam Seminar Etika Profesi yang diadakan oleh Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Pekanbaru, Selasa (24/4). Seminar itu sekaligus menjadi pembekalan terhadap pengurus Himpaudi Pekanbaru yang baru dilantik sebelumnya.

Dihadapan sekitar 800 peserta, ia menegaskan, bahwa profesi guru PAUD tidaklah gampang. Karena gurulah yang akan memberi warna pada kehidupan anak didiknya. Dengan kata lain, guru termasuk orang yang berperan mensukseskan baik tidaknya estafet generasi di negeri ini. Karena itulah seorang pendidik PAUD harus mampu menjadi guru yang baik.

Menurutnya, pekerjaan guru PAUD bukan sekedar melatih anak belajar membaca atau menulis. Tapi, guru PAUD harus mengutamakan melatih akhlak anak. Karena bagaimana pun juga, akhlak lebih penting dalam menentukan masa depan anak. Untuk itu, guru harus memiliki kopetensi. Yaitu dengan melakukan tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab.

Sementara itu, artis yang juga praktisi kepribadian, Ratih Sanggarwati yang turut menjadi narasumber menegaskan bahwa penampilan guru perlu diperhatikan. Baik penampilan secara umum ketika mengajar maupun di luar jam mengajar.

Hal ini dianggap perlu karena kecenderungan guru lebih dipercaya anak daripada orangtuanya sendiri. " Guru itu adalah orang yang digugu dan ditiru," ungkap Ratih. Karena itulah guru harus mampu menampilkan sosok dirinya yang memberi kesan baik.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika seseorang ingin menjadi sosok guru PAUD yang ideal. Diantaranya, seseorang itu harus tahu persis perannya sebagai guru. Jangan sampai profesinya sebagai pendidik sekedar untuk mengisi waktu luang.

"Guru harus paham apa peran pentingnya. Guru juga harus tahu, bahwa dibalik profesinya tersebut, ada 20 atau lebih orangtua yang menggantungkan harapannya pada guru untuk mewarnai kepribadian anak-anaknya," ungkap Ratih. Dia yakin, jika guru telah memahami esensi dari keberadaannya, tak akan ada lagi yang berani macam-macam.

Halaman12
Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: Zul Indra
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas