A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Liswanti Hidupkan Budaya Gotong Royong di Simpang Baru - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Pekanbaru

Liswanti Hidupkan Budaya Gotong Royong di Simpang Baru

Minggu, 13 Mei 2012 11:19 WIB
Laporan: Fernando
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Memimpin sebuah kelurahan memang bukan hal baru bagi sosok Good Citizen kali ini. Namun bukan berarti tugasnya sebagai lurah perempuan mengalir tenang. Onak dan duri tetap mengiringi kiprah Liswanti, yang kini menjabat Lurah Simpang Baru.

"Risiko memimpin unit kelurahan selalu ada, tetap saja ada orang yang suka dan tidak terhadap saya. Tapi itu tak mengurungkan niat saya untuk menjalankan tugas sesuai prosedur," ulas lurah yang akrab di sapa Wati ini saat berbincang dengan Tribun.

Menurut wanita berjilbab ini, gangguan dalam menjalankan tugas selalu ada. Apalagi jabatan lurah bukanlah hal baru baginya. Mulai dari persoalan RW yang sulit diajak bekerjasama hingga persoalan sengketa tanah.

Awal karier perempuan kelahiran Tepi Selo, Lintau, 16 April 1963 sebagai lurah dimulai pada tahun 2011. Pada tahun itu dirinya dipercaya memimpin Kelurahan Kampung Melayu. Ia merasa sangat kaget ketika diberi amanat tersebut.

Maklum ia mendapat informasi mendapat amanah sebagai lurah, setengah jam sebelum pelantikan. "Waktu itu dilantik sebagai lurah dengan baju pinjaman di Kantor Wali Kota oleh wali kota saat itu, Herman Abdullah," ungkapnya.

Walau sempat kaget diberi amanah sebagai lurah, Wati yakin bisa menjalankan tugas dengan baik. Apalagi ia sudah memiliki pengalaman 15 tahun di beberapa kelurahan seperti di Tangkerang Tengah, Tangkerang Selatan dan Simpang baru.

Selama 10 bulan memimpin di Kelurahan  Kampung Melayu, Wati berupaya untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat. Targetnya, satu pekan bisa mengunjungi sekaligus mengenal secara dekat satu Rukun Warga (RW). Kini, 9 RW sudah rampung ia kunjungi dan ke depan kunjungan itu akan dilakukan secara rutin.

Tak hanya itu, ia pun berupaya mengaktifkan program Badan Kontak Majelis Taklim dan memberdayakan para kaum ibu lewat program PKK. Serta berupaya menggalakkan gotong royong rutin guna menciptakan lingkungan kelurahan yang bersih.

Aktif kembalinya BKMT meretas jalan dalam Musrembang untuk membangun jembatan yang selama ini diidamkan warga Kampung Melayu. Jembatan tersebut nyaris urung dibangun karena sejumlah masyarakat tak bersedia memberikan lahannya. Tapi setelah Wati mendekati secara kekeluargaan dan musyawarah akhinya masyarakat mendukung pembangunan jembatan tersebut.

Usai menjalankan tugas di Kampung Melayu. Kemudian Wati kembali mendapat kepercayaan sebagai Lurah Simpang Baru. Saat memimpin kelurahan yang berlokasi di Kecamatan Tampan itu pun, Wati bersama jajarannya berupaya menjalin kerjasama dengan semua pihak baik RT/RW, tokoh masyarakat, pengurus PKK, dan kader Posyandu.

Beragam program pun dijalankan satu di antaranya untuk menjaga kebersihan lingkungan, Wati mengajak masyarakatan gotong royong rutin. Bahkan pihak kelurahan menggelar lomba kebersihan dengan hadiah gerobak sampah, tong sampah serta alat kebersihan.

Kemudian di kantor lurah pun Wati berupaya memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Di kantor lurah disiapkan stand untuk tiap RW, maka semua staf kelurahan siap memberikan pelayanan. "Kami ingin berikan pelayanan sekarang juga. Kalau bisa diberikan pada masyarakat  sekarang. Kenapa harus ditunda pengurusannya besok," ulas istri dari Zafrul Ilyas itu.

Walau memiliki tugas sebagai lurah, ibu dari Ruli Alia Rahim dan Yolanda Nurli, ini tetap mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ibu. Seperti usai subuh, Wati mulai menyiapkan sarapan untuk keluarganya di rumah. Bahkan saat bertugas ia pun berupaya menjalin komunikasi dengan suami dan anaknya.  

"Tugas sebagai lurah tidak menghalangi tugas saya sebagai seorang ibu rumah tangga. Saya tetap ada untuk keluraga. Apalagi keluaraga mendukung semua tugas yang saya emban," tutupnya. (cr10)
Editor: harismanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
22322 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas