PSPS Tak Akan Menyerah!
Besok Hadapi Persipura di Stadion Mandala
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor:
TRIBUNPEKANBARU,COM, PEKANBARU - PSPS Pekanbaru memiliki rekor pertemuan buruk dengan Persipura Jayapura. Tim berjuluk Asykar Bertuah itu tercatat tidak pernah menang saat bertemu pasukan Mutiara Hitam, sejak liga Indonesia musim bergulir. PSPS kerap menjadi bulan-bulanan Persipura saat kedua tim bentrok di lapangan.
Dari empat pertemuan terakhir baik di kandang maupun di tandang, Askar Bertuah belum pernah menang. Pertemuan pertama PSPS dengan Persipura di Liga Super terjadi pada 13 Desember 2009, di mana Persipura bertindak sebagai tuan rumah. Hasilnya, PSPS kalah 1-2. Selanjutnya, pada putaran kedua yang dimainkan di Stadion Rumbai, 13 Maret 2010, PSPS kembali kalah 0-1.
Tahun lalu, di pertemuan pertama yang dimainkan di Stadion Mandala Jayapura, 17 Januari hegemoni Persipura terhadap PSPS berlanjut. Mutiara Hitam, menang besar dengan skor 4-1. Selanjutnya, di putaran kedua yang dimainkan di Stadion Agus Salim Padang, 8 April 2011, PSPS kembali kalah 1-2.
Kemenangan memang diperlukan PSPS. Tak hanya untuk menghapus rekor buruk saat bertemu Persipura, tapi lebih dari itu, untuk mengangkat posisi PSPS yang kini masih terpaku di posisi 10 klasemen sementara
Namun bagi PSPS, rekor buruk tersebut tidak ingin menjadi momok yang menakutkan jelang pertandingan Jumat (18/5). Dengan doa seluruh masyarakat Riau, PSPS bertekad mengukir sejarah baru di stadion Mandala Krida, tempat laga dilangsungkan.
"Menghilangkan sugesti PSPS sulit menang saat bertemu Persipura memang berat. Kita tahu Persipura merupakan tim yang hebat. Sebelas pemain mereka yang ada di lapangan, semuanya merupakan pemain bagus yang layak diwaspadai. Tapi kami tentu tidak akan menyerah kalah duluan gara-gara sugesti rekor itu," ujar Asisten Pelatih PSPS Aprizal, Kamis (17/5).
Menurutnya, kunci untuk bisa mengubah rekor buruk tersebut ada pada konsistensi dan kerja keras tim saat menghadapi Persipura nanti. "Saya selalu tekankan kepada anak-anak, kita ini tim. Tinggal bagaimana menjaga konsistensi. Karena tim yang banyak dihuni pemain muda, persoalan konsistensi ini kerap menjadi masalah," ujarnya.
Bertemu Persipura, Aprizal mengaku tidak mau berlebihan dalam menerapkan pertahanan tim. Sadar Persipura bertabur pemain dengan skil tinggi, dia mengatakan tidak perlu mengawal khusus para pemain Persipura secara perorangan (man to man marking). Sebagai gantinya, marking zone bakal diterapkan sepanjang pertandingan.
"Kami tidak pernah terpaku pada satu strategi saat bertemu tim manapun. Kami akan lebih fleksibel menerapkan taktik serangan maupun bertahan, dengan melihat kondisi di lapangan," katanya. (www.tribunpekanbaru.com/saf)