Warga Eks Timor-Timur di Australia Masih Tauma
Warga eks Timor-timur (sekarang Timor Leste, red) yang berada di Australia masih menghadapi trauma
Dulcie Munn dari Asosiasi eks Timor-timur Northern Territory bersama ratusan warga Timor Leste lainnya beruntung bisa dievakuasi dengan menggunakan kapal.
Munn mengatakan kepada ABC News ingatan tentang kekerasan di negerinya masih kental. "Saya masih muda sekali waktu itu, masih bersekolah, tiba-tiba hari menjadi gelap, saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya menyaksikan banyak hal yang mengerikan, namun syukur saya selamat dan bisa meninggalkan eks Timor-timur menuju Australia, " ujar Munn.
Ia berharap pemilu parlemen yang akan berlangsung bulan Juli mendatang, akan menghasilkan pemimpin yang mampu mengembangkan potensi sumber daya minyak dan pariwisata untuk mengatasi persoalan di Timor Leste.
Usai jajak pendapat, pasukan penjaga perdamaian Internasional yang dipimpin oleh Australia masuk ke Timor Leste untuk menghentikan kekerasan yang dilakukan oleh milsi Indonesia dimana ribuan rakyat sipil tewas terbunuh sebelum kemerdekaan secara formal dideklarasikan.
Sementara itu suster Katolik Efemila Sara de Costa menilai banyak rakyat Timor Leste, sekarang menghadapi ketidakpastian di masa depan.
"Banyak anak muda yang menganggur," kata suster de Costa.
Meski banyak tantangan yang dihadapi rakyat Timor Leste, namun kedua wanita tersebut melihat rakyat Timor Leste menyambut gembira perayaan kemerdekaan mereka. (tribunnews.com)