• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Siswa SMP Santa Maria Raih Nilai Tertinggi UN Riau

Rabu, 6 Juni 2012 09:12 WIB
Siswa SMP Santa Maria Raih Nilai Tertinggi UN Riau
tribunpekanbaru/Hendra
Christin Arauna Hulu dan Tantri
Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Bagi sebagian siswa, menjadi langganan juara kelas di sekolah menjadi hal yang biasa. Namun, ketika dinobatkan sebagai peraih nilai tertinggi dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN), itu mencapai hal yang luar biasa. Bahkan ada yang justru terkejut dan tidak percaya.

Perasaan itulah yang muncul dalam diri Christin Arauna Hulu ketika mengetahui dirinya meraih nilai tertinggi dalam UN tingkat SMP/MTs/SMPT 2012 yang diumumkan Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu. Siswi SMP Santa Maria Pekanbaru ini mengaku tidak percaya bahwa nilai tertinggi bisa ia raih.

"Nggak nyangka bisa dapat nilai tertinggi di Riau. Awalnya sempat nggak percaya," ungkap gadis yang akrab disapa Ara ini ketika ditanyai Tribun, Selasa (5/6).

Menurut Ara, informasi tersebut ia ketahui dari sebuah koran yang ditunjukkan oleh teman-temannya. Saat itu, ia juga menerima ucapan selamat dari teman-temannya.

Menurut Ara, prestasi itu ia raih dengan rerata nilai akhir 96,65. Meski sempat ragu, ia akhirnya sadar bahwa informasi itu tidak mengada-ngada. "Akhirnya muncul rasa bangga dalam diri. Saya juga senang karena  rasa capek yang dirasakan selama mengikuti latihan soal terbayar dengan hasil yang sangat baik," katanya.

Ujian yang dijalani Ara sebenarnya tidak begitu mulus.  Ketika ujian berlangsung, ia mengaku sempat ragu menjawab soal yang disuguhkan padanya. Terutama soal-soal mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika. Saat itu, ada beberapa butir soal yang jawabannya meragukan. Hal ini pulalah yang membuat Ara sempat tak percaya ketika mendengar informasi nilainya tertinggi se Riau.

Sebelum menghadapi UN, Ara sebenarnya tidak melakukan persiapan berlebihan. Bahkan ia tidak mengikuti program bimbingan belajar yang banyak dijalani siswa setiap jelang UN. Menurutnya, ia hanya belajar lewat bahasan soal dan tryout di sekolah. Lalu, ia menambah pengetahuan dengan membawa buku materi selain yang dipakai di sekolah.

Di rumah pun, Ara tidak ada belajar. Menurut dia, orangtuanya tidak pernah memaksanya untuk belajar. Ketika UN berlangsung, ia mengaku tidak belajar lagi. Ia merasa, pengalaman ketika mengajari teman-temannya di sekolah jelang UN membuat materi semakin melekat diingatannya.

Untuk prestasi, gadis kelahiran Pematang Siantar pada tanggal 19 Maret 1997 lalu ini ternyata cukup membanggakan. Sejak kelas VII, ia menjad langganan juara di kelas. Ia juga pernah ikut sebagai peserta Olimpiade Sains Nasional se Riau untuk bidang Fisika. Saat itu ia meraih juara II. Disamping itu, Ara juga pernah mewakili sekolahnya mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris saat duduk di kelas VII.

Selain Ara, SMP Santa Maria Pekanbaru juga berhasil mendudukkan satu lagi siswinya sebagai peraih nilai tertinggi di Riau. Ia adalah
Tantri Fricilla yang bisa lulus dengan rerata nilai akhir 95,55 dan berada di rangking 9 se Provinsi Riau.

Seperti Ara, gadis kelahiran Pekanbaru 9 april 1997 ini juga mengaku kaget dan tak menyangka bisa meraih nilai tinggi dalam UN. Meski langganan juara umum di sekolah, awalnya Tantri sempat pesimis dengan hasil UN-nya. Apalagi banyak soal UN yang dianggapnya meragukan. Terutama pelajaran Bahasa Indonesia yang pilihan jawabannya banyak kemiripan.

Tak hanya itu, saat ujian berlangsung Lembar Jawaban UN miliknya sempat kotor karena penghapus. "Memang sudah lapor pengawas tapi dibilang nggak apa-apa," katanya. Meski demikian Tantri sempat takut karena noda kotornya tak hilang semua.

Diterangkan dia, untuk menghadapi UN, ia tidak mengikuti Bimbel. Menurutnya, pendalaman materi ia peroleh di sekolah lewat pembahasan contoh soal dan tryout. Disamping itu, ia juga menyempatkan mengulang belajar di rumah.

Kini, meski belum meraih ijazah SMP, Ara dan Tantri sudah terdaftar sebagai siswa di SMAN 8 Pekanbaru. Mereka berhasil lolos dalam seleksi penerimaan siswa baru yang digelar SMA berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) itu. Saat ini keduanya tengah menjalani masa matrikulasi.

Sementara itu, Guru Bidang Kesiswaan SMP Santa Maria Pekanbaru, Lourdes Hutapea SPd juga mengaku bangga dengan capaian prestasi siswa-siswanya itu. Menurutnya, Ara dan Tantri meneruskan kesuksesan SMP Santa Maria dalam mencapai nilai tertinggi UN seperti tahun-tahun sebelumnya.

Diterangkan dia, pihak sekolah telah mempersiapkan para siswa sejak mereka duduk di kelas VII. Saat semester ganjil, siswa diberi materi sesuai kurikulum yang ada. Lalu, di semester genap biasanya para siswa dibimbing untuk mengulang materi. Mereka juga banyak melakukan pelatihan-pelatihan. Jelang UN, siswa wajib mengikuti pelajaran tambahan selama dua jam mulai hari Senin sampai Kamis.

Terkait kesuksesan dua siswanya menjadi peraih nilai tertinggi, pihak sekolah berencana memberikan penghargaan berupa piagam. Bahkan, jika sebelumnya mereka berniat melanjutkan pendidikan ke SMA Santa Maria, pihak sekolah akan mengusahakan memberi keringanan uang sekolah. (www.tribunpekanbaru.com/hes)
Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
23331 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas