Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Pekanbaru

Dumai Berkabut, Pesawat Pelita Air Delay

Jumat, 15 Juni 2012 15:42 WIB

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI-Akibat kabut asap yang menyelimuti Kota Dumai pada Jumat (15/6) pagi dan siang mengakibatkan penerbangan dengan maskapai pesawat Pelita Air carteran karyawan PT CPI Dumai mengalami penundaan terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.

"Rute pesawat mulai dari Halim Jakarta singgah di Pekanbaru setelah itu melanjutkan lagi ke Dumai. Tapi karena cuaca jelek, keberangkatan ke Dumai ditunda sampai jarak pandang membaik," kata Kepala UPT Bandara Pinang Kampai Dumai Irvan di Dumai, Jumat.

Pelita Air seyogyanya sudah mendarat di Bandara Pinang Kampai Dumai pukul 09.30 WIB dari Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru. Namun karena jarak pandang udara hanya 700 meter hingga pesawat tak dapat melanjutkan keberangkatan.

Ia menyebutkan, untuk bandara Pinang Kampai, jarak pandang yang dibenarkan untuk aktivitas penerbangan mencapai 3000 meter.

Namun saat akan melanjutkan penerbangan cuaca memburuk hingga 700 meter sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Keputusan menunda keberangkatan menuju Dumai tetap pada kewenangan pilot, karena pihaknya hanya memberikan laporan berkaitan dengan kondisi cuaca yang terjadi.

Untuk Bandara Pinang Kampai, hari itu keberangkatan penerbangan hanya dilakukan dua kali. Namun yang terkendala sampai saat ini hanya Pelita Air.

 Sedangkan untuk keberangkatan pesawat Sky Avition akan dilakukan pada siang yakni dari Batam pukul 13.30 WIB dan tiba di Dumai pukul 14.30 WIB.

"Untuk jadwal ini, tetap melihat kondisi cuaca dulu dan melihat perkembangan kemungkinan kabut berangsur menipis," sebutnya.

Kabut asap sering terjadi di Kota Dumai terutama pada saat musim kemarau dan berlangsung hingga hitungan bulan dengan intensitas ketebalan yang berbeda beda.

Kabut asap itu sebagian dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan perkebunan dengan cara pembakaran, karena dinilai paling mudah dan tidak memerlukan biaya besar namun dampaknya terhadap lingkungan sangat besar.(ant)
Editor: zid
Sumber: Antara

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas