Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Pekanbaru

Pekanbaru Raih Nilai UN Tertinggi Tingkat SD

Sabtu, 16 Juni 2012 08:49 WIB

Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Kota Pekanbaru raih rata-rata nilai tertinggi dalam Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI tahun 2012. Raihan ini sekaligus memperkokoh kedudukan Kota Pekanbaru sebagai daerah yang memiliki nilai tertinggi se Provinsi Riau dalam beberapa tahun terakhir.

"Kita berhasil meraih rangking pertama dalam peraihan nilai tertinggi UN tahun ini," ungkap Kabid Pendidikan TK dan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Drs Zafril Yakub MPd kepada wartawan, Jumat (15/6). Menurutnya, dalam UN lalu, rata-rata nilai murni yang diraih mencapai 7,48. Sementara, nilai kolektif peserta UN yang jumlahnya mencapai 16.391 orang adalah 7,37.

Diterangkan dia, peraih nilai tertinggi dalam UN di Pekanbaru adalah SD 76 Pekanbaru (dulunya bernama SDN 006 Bukitraya). Sekolah tersebut meraih nilai rata-rata UN murni 27,43. SDN 76 sudah tiga tahun berturut -turut meraih nilai tertinggi UN murni tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Disdik, rata-rata nilai bahasa Indonesia di SD 76 adalah 8,63, Matematika 9,44 dan Ilmu Pengetahuan Alam 9,36. Jadi rata-rata nilai UN murni yang diraih sekolah yang terletak di Jalan Sakuntala/Banda Aceh Pekanbaru itu adalah 27,43.

Sementara itu, untuk nilai tertinggi kedua diraih oleh SD 109 Pekanbaru (dulu bernama SDN 111 Bukitraya) dengan nlai rata-rata 26,95. Lalu, untuk peraih nilai tertinggi ketiga adalah SD 180 Pekanbaru (dulunya SD 057 Bukitraya) dengan nilai rata-rata UN murni 26,82. "Dari 10 besar peraih nilai tertinggi di Pekanbaru, kebanyakan dari UPTD Bukitraya," ungkap Zafril.

Capaian ini menurutnya patut dibanggakan. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kelulusan di Pekanbaru mencapai 100 persen. Zafril berharap, di tahun-tahun mendatang, prestasi seperti ini terus berlanjut dan kemampuan siswa semakin meningkat.

Di tahun ini, Disdik juga telah menyampaikan himbauan kepada sekolah-sekolah agar pengelolaan nilai yang menentukan lulus atau tidaknya siswa dilakukan lewat pertimbangan yang realistis dan pantas. Dengan tujuan, kualitas sekolahpun semakin terangkat.

Ditanya terkait tata cara pengumumannya, Disdik memberi kebebasan kepada masing-masing sekolah. Pengumuman menurutnya dapat dilakukan melalui media massa, ditempelkan di papan pengumuman sekolah maupun diserahkan langsung pada siswa bersangkutan melalui amplop berisi keterangan lulus.

Sementara itu, berdasarkan data perbandingan hasil UN SD/MI berdasarkan nilai akhir yang diperoleh Tribun dari Disdik Provinsi Riau, Pekanbaru memang menduduki rangking pertama dengan total nilai 22,45. Sementara di posisi kedua dan ketiga diraih Pelalawan (22,09) serta Rokan Hulu (21,99).

Di tahun ini Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) berhasil menduduki rangking 4 dengan total nilai 21,81. Peringkat tersebut meningkat jauh dibanding tahun lalu dimana Kuansing harus puas meraih rangking 8 se Provinsi Riau. Sementara, Dumai yang tahun lalu ada di rangking 4 kini harus bertukar posisi dengan Kuansing di rangking 8.

Kabupaten Indragiri Hilir juga berhasil naik peringkat dari rangking 11 di tahun lalu menjadi rangking 9 tahun ini. Kabupaten tersebut meraih total nilai 21,27. Sementara, Kabupaten Rokan Hilir mempertahankan posisinya seperti tahun lalu sebagai juru kunci dengan raihan total nilai 20,6.

Dalam data yang sama, SDN 76 Pekanbaru meraih nilai akhir tertinggi untuk tingkat SD se Riau. Diikuti oleh SDN 006 Ujungbatu di posisi kedua dan SD C9 School di posisi ketiga. Sementara SDN 013 Tambusai di poisisi keempat dan SDN 180 Pekanbaru di posisi kelima.
Untuk kategori Madrasah Ibtidaiyah (MI), rangking pertama berdasarkan nilai akhir diraih oleh MI Annur dengan total nilai 25,86.

Selanjutnya MI Al Usmaniyah di peringkat kedua (25,38), dan MI Tarbiyah Islamiyah Panipahan di posisi ketiga (25,15). M Darul Falah di posisi keempat (24,71) dan MI Nurul Iman Sei Ara Kempas di posisi kelima (24,57).

Lebih lanjut, siswa SD yang berhasil meraih nilai UN murni tertinggi kebanyakan berasal dari Pekanbaru. Masih berdasarkan data Disdik, rangking pertama diraih oleh Hana Dwi Suwandari dari SD Babussalam. Ia meraih total nilai 29,60. Sementara rangking kedua diraih dua siswa sekaligus. Yaitu Nisa Rahmadani dengan total nlai 29,15 dan Filzah Nadirah dengan total nilai 29,15. Keduanya sama-sama dari SDN 109 Pekanbaru.

Untuk kategori MI, nilai UN murni tertinggi diraih oleh siswi MI Negeri 3 Simpang Tiga, Wulan Salsabila Nasri dengan total nilai 28,75. Sementara dua rekan satu sekolahnya yang bernama Weny Putri Hizarta dan Nur Hasanah masing-masing duduk di rangking kedua dan ketiga.
Sebelumnya, Disdik Provinsi Riau pastikan pengumuman UN tingkat SD/MI tahun 2012 dilakukan pada tanggal 16 Juni (hari ini-red). Pengumuman tersebut dilakukan langsung oleh pihak sekolah.

Disamping itu, pihak sekolah juga berkewenangan menetapkan lulus tidaknya siswa.

"Kita sepakat pengumuman dilakukan tanggal 16 Juni. Untuk tingkat kelulusan masing-masing ditentukan sekolah dan ada kemungkinan berbeda satu dengan lainnya.  Tergantung hasil rapat komite guru," ungkap Ketua UN Provinsi Riau, Dewi Riyawati Andamari kala itu.

Menurut Dewi, jika dilihat sepintas hasil UN tahun ini relatif sudah bagus. Karena itu, Disdik menghimbau kepada kabupaten/kota agar sekolah tidak menetapkan nilai standar kelulusan terlalu rendah. "Standar nilai kelulusan yang ditetapkan hendaknya semakin tinggi," paparnya.

Sekolah juga disarankan agar melaporkan hasil kelulusannya kepada Disdik kabupaten/kota. Selanjutnya, kabupaten/kota juga diharap menyampaikan hasilnya ke Disdik provinsi. Sehingga Disdik bisa memetakan bagaimana kondisi pembelajaran di daerah-daerah.

"Misalnya, bagaimana peta kualitas pembelajaran di sekolah RSBI, di sekolah daerah pinggiran dan sebagainya," ungkapnya. Menurut Dewi, selama ini laporan tersebut tidak pernah diterima Disdik Riau.

Saat pengumuman UN nanti, Disdik juga meminta kabupaten/kota memberi perhatian yang serius pada siswa-siswanya. Apalagi, anak SD sekarang sudah ada yang bisa menggunakan kendaraan bermotor. Disdik kuatir, tanpa kontrol yang maksimal ada siswa  yang merayakan kelulusannya dengan tindakan tak terpuji.

Disamping itu, pada data hasil UN tahun ini, Disdik kembali melihat ada nilai yang bergeser, nama peserta yang berbeda dan sebagainya. "Karena itu kami mohon pihak kabupaten/kota menginformasikan segera ke sekolah jika mengalami masalah tersebut ke Disdik Riau. Sehingga di Surat Keputusan Hasil UN (SKHUN) tidak ada kesalahan dan pengulangan penulisan. Apalagi untuk mendapatkan SKHUN itu tidak gampang," paparnya. (www.tribunpekanbaru.com/hes)


Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas