Minggu, 5 Juli 2015

Polisi Galau Ungkap Pelaku Penembakan di Papua

Selasa, 19 Juni 2012 15:26

"Polri sudah tahu networknya, sudah tahu kelompok-kelompok mereka yang bermain. (Tapi) untuk menangkap orang-orang ini kita perlu memperhatikan berbagai aspek. Dari aspek hukum kita tetap akan melakukan penangkapan," ungkap Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komjen Pol Sutarman di Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Lalu aspek apa sebenarnya yang menjadi pertimbangan polisi, sehingga masyarakat menilai polri lambat dalam mengungkap pelaku penembakan di Papua? Menjawab pertanyaan tersebut, Sutarman mengatakan bahwa aspek sosial tentu saja menjadi pertimbangan kepolisian dalam melakukan penegakan hukum.

Sehingga dalam melakukan penegakan hukum, tidak boleh merembet menjadi kerusuhan sosial seperti saat ditangkapnya Buhtar Tabuni.

"Aspek sosial, dampak sosialnya seperti kemarin kita nangkap orang, dampak sosialnya mungkin keributan, membunuh, dan sebagainya. Dampak politis juga karena sorotan berbagai kepentingan yang ada di Papua. Ini tentu jadi pertimbangan," terang Sutarman.

Seperti diketahui, Selasa (29/5/2012), seorang warga negara Jerman, Dietman Pieper, ditembak saat bersantai di pondok wisata Port Numbay, Distrik Japut, Kelurahan Tanjung Ria, Jayapura. Korban mengalami luka dan dirawat di RS di Singapura setelah sebelumnya dirawat di RSUD Jayapura.

Kemudian, Senin (4/6/2012), seorang remaja bernama Gilbert Febrian Madika (16) menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di kawasan Skyline Jl Raya Jayapura-Abepura sekitar pukul 21.30 WIB.

Kejadian penembakan pun kembali terjadi esok harinya, Selasa (5/6/2012), sekelompok orang tidak dikenal melakukan penembakan terhadap dua orang warga sipil, Iqbal Rival dan Hardi Javanto. Peristiwa tersebut terjadi di Jayapura, atau tepatnya Jalan Raya Jayapura menuju Abepura.

Halaman12
Editor: Zul Indra
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas