Rumah Sakit Harus Bisa Olah Limbah Sendiri
Sejauh ini menurut hasil peninjauan dari BLH Pekanbaru, masih banyak sekali rumah sakit yang tidak peduli dengan limbah-limbah medis.
Penulis: Nasuha Nasution | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pekanbaru meminta kepada seluruh rumah sakit yang beroperasi di Kota Pekanbaru baik itu milik Pemerintah dan Swasta untuk bisa mengolah limbah medisnya sendiri. Karena selama ini masih banyak rumah sakit yang menyalahi aturan tentang pengolahan limbah berbahaya tersebut.
Sejauh ini menurut hasil peninjauan dari BLH Pekanbaru, masih banyak sekali rumah sakit yang tidak peduli dengan limbah-limbah medis yang dihasilkan rumah sakit dibuang sembarangan. Ironisnya lagi, beberapa pihak rumah sakit membuang sampah medis tersebut di beberapa aliran sungai di Pekanbaru.
"Itu yang sangat kita sayangkan sekali. padahal sebelum mereka membangun rumah sakit tersebut sudah ada persayaratan tentang Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), namun kenyataannya masih banyak yang menyalahi peraturan itu," ujar Jasmiaty Kabid Pengendalian Pencemaran BLH Kota Pekanbaru kepada Tribun Selasa (10/7).
Untuk merealisasikan itu, BLH pada Senin (9/7) yang lalu mengundang semua rumah sakit yang berada di Pekanbaru untuk diberikan penyuluhan tentang tata cara pengolahan limbah yang baik dan benar.
"Kami sudah mengundang semua pengelola rumah sakit di Pekanbaru, baik itu Pemerintah dan swasta. karena sangat mengkhwatirkan sekali dengan adanya limbah medis yang mereka hasilkan dampaknya bagi lingkungan masyarakat sendiri," ujar Jasmiaty.
Menurut Jasmiaty, Rumah Sakit yang memiliki alat pengolah limbah sendiri di Pekanbaru hanya ada empat rumah sakit. RSUD Arifin Ahmad, Ibnu sina, Santa Maria dan Awal bros. Untuk itu pihaknya mendorong agar rumah sakit lain bisa memiliki alat pegolah sampah medis tersebut.
"Jika memang tidak bisa. bagusnya kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengolah sampah medis ini, karena sangat berbahaya sekali bagi lingkungan nantinya, jika tidak ditangani dengan baik," ujar Jasmiaty.(www.tribunpekanbaru.com)