Sabtu, 22 November 2014
Tribun Pekanbaru

Lanud Pekanbaru Berubah Nama Jadi Roesmin

Sabtu, 29 September 2012 09:09 WIB


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-
Tepat pukul 17:55, Jumat (29/9), Lapangan Udara Pekanbaru berganti nama menjadi Lapangan Udara Roesmin Nurjadin. Dalam acara ini, dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Sufaat. Selain KSAU, dalam acara ini juga hadir Ny Roesmin Noerjadin beserta keluarga.

Sebelum meresmikan nama Roemin Noerjadin mengganti Lanud Pekanbaru, Jumat (29/9) pagi, KSAU juga juga meresmikan Lanud Medan yang berubah menjadi Lanud Suwondo.

Dikatakan oleh KSAU, penggantian nama adalah langkah yang diambil untuk meneladani apa yang sudah dilakukan oleh pria kelahiran Malang 31 Mei 1930 ini. Roesmin, kata KSAU merupakan seorang penerbang jet tempur pertama Indonesia.

"Beliau adalah sosok yang patut diteladani oleh generasi selanjutnya dalam mengharumkan nama bangsa," kata KSAU.

Pergantian nama ini, kata KSAU juga tidak serta merta. Namun melalui proses pengkajian yang cukup lama. Pasalnya, nama yang terabadikan untuk menjadi nama Lanud, hanyalah pejuang dari Angkatan Udara yang patut diteladani.

Pada masa Roesmin, AURI berubah menjadi angkatan yang berwibawa dan disegani di Asia. Oleh karenanya, KSAU pun berkeinginan untuk menjadikan AURI sebagai the first class air force.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, AURI terus berbenah. Awal 2014 nanti, AURI akan menambah sebanyak 24 pesawat F-16. Dan 16 di antaranya akan mengisi Lanud Roesmin Norjadin.

Dengan adanya tambahan pesawat tempur canggih tersebut, Lanud Roesmin Noerjadin akan mempunyai dua skadron tempur. Maka, statusnya pun akan berubah menjadi Lanud Kelas A.

"Akan dipimpin oleh perwira bintang satu," jelas KSAU.

Selain itu, saat ini pihaknya juga bekerja sama dengan Korea dalam membuat pesawat tempur generasi 4,5. Pesawat jenis ini, diungkapkan KSAU merupakan pesawat di atas generasi Sukhoi.

"Pada 2022 kita akan mempunyai 50 pesawat jenis itu. Kita juga akan membuat radar. Warga negara Indonesia pintar-pintar," imbuhnya.

Mengenai keberadaan 16 F-16 di Pekanbaru pada 2014 mendatang, menurut KSAU, Pekanbaru merupakan pangkalan yang sangat strategis. Pasalnya, pangkalan ini berjarak cukup dekat dengan negara tetangga.

Ditegaskannya, walaupun dalam kondisi damai, wilayah udara Indonesia tidak boleh dimasuki oleh pesawat-pesawat yang tidak diinginkan. Hal itu, tegasnya, merupakan harga diri bangsa.

"Angkatan Udara harus kuat untuk menjamin harga diri bangsa di udara NKRI," ucap KSAU.

Sementara itu, Ny Roesmin Noerrjadin yang mewakili mendiang suaminya menyatakan kebanggannya. Selain itu, dia juga mengucapkan terimakasih setinggi-tinggi kepada AURI dan KSAU. Pasalnya nama suaminya yang telah mangkat pada 30 Oktober 1994 tersebut diabadikan menjadi nama pangkalan udara di bawah institusi AURI yang membesarkan namanya.

Dikatakannya, mengutip pepatah, harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan nama. Kini, suaminya telah meninggalkan nama di Lanud Roesmin NoerJadin. (*)
Penulis: Galih
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas