• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribun Pekanbaru

Kasus Mantan Ketua Pemuda Pancasila Dilimpahkan ke Kejari Pekanbaru

Rabu, 7 November 2012 09:36 WIB
Kasus Mantan Ketua Pemuda Pancasila Dilimpahkan ke Kejari Pekanbaru
INTERNET
ILUSTRASI
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Setelah sekitar 7 bulan lamanya mantan Ketua MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru Jupriadi Tanjung alias JT diboyong ke Jakarta oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) dan dilakukan penyidikan di BNN RI. Akhirnya, Selasa (6/11) pihak BNN RI kembali memboyong JT ke Pekanbaru untuk dilakukan pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman..

JT dibawa ke Pekanbaru oleh petugas BNN RI menggunakan Pesawat Garuda dari Jakarta. Tepat sekitar pukul. 10.20 JT bersama petugas BNN RI tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II, lalu JT dengan pengawalan ketat digiring ke kantor Kejari Pekanbaru untuk dilakukan tahap II.

Setibanya di Kejari Pekanbaru petugas BNN RI diterima langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ibrahim Sitompul dan langsung dilakukan proses administrasi tahap II. Setelah proses administrasi tahap II selesai dilakukan JT langsung digiring petugas ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II Pekanbaru untuk menjalani penahanan menunggu proses sidang terhadap kasus yang menimpa dirinya.

JPU dari Kejari Pekanbaru Ibrahim Sitompul kepada wartawan, Selasa (6/11) mengatakan, pihaknya menerima tahap II dari BNN RI Jakarta. "Tahap II ini kita terima setelah Kejaksaan Agung RI melimpahkan ke kita. Dan kasus yang dilimpahkan ini terkait tangkapan pihak BNN RI bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM Deni Indrayana di Lapas Kelas II A Pekanbaru beberapa bulan yang lalu," ujarnya.

Hari ini (Selasa, red) kata Ibrahim Sitompul, tersangka yang dilakukan tahap II adalah Jupriadi Tanjung alias JT. "Tersangka JT di duga terlibat kasus narkoba," ungkapnya. Ketika ditanya apakah JT dikenakan pengedar dan Money Loundri? Ibrahim menyampaikan, JT diduga terlibat mengkonsumsi narkoba jenis ganja. "Terkait pengedar belum cukup bukti yang kuat, begitu juga pencucian uangnya," tambah Ibrahim Sitompul.

Tapi kata Ibrahim Sitompul lagi, pasal yang disangkakan tetap dimasukan memlilik narkoba dan pencucian uang. "Pasalnya adalah pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotik dan alternatifnya pasal 114 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika serta undang-undang pencucian uang," jelas Sitompul.

Sementara itu Kasubdit Pengawasan Barang Bukti dan Aset BNN RI AKBP Sri Ana yang ikut mengantar tahap II ke Kejari Pekanbaru mengatakan, untuk pencucian uang terkait bisnis narkoba yang dilakukan tersangka JT tidak cukup bukti, sebab rekening atas namanya tidak ada, lalu harta dan uangnya juga tidak ada. "Walaupun begitu tetap kita masukan dalam berkas," ucap Ana.

Terkait mengedarkan sabu-sabu tambah Ana, itu terbukti sebab sabu-sabu seberat 900 gram yang dipesan oleh Amiruddin itu seberat 500 gram adalah pesanan JT. "Jadi itu sangat kuat buktinya,"ungkap Ana. (*)
Penulis: Rino Syahril
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
51913 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas