Sabtu, 7 Maret 2015

DPRD Rohul Keluarkan 4 Rekomendasi

Selasa, 20 November 2012 19:39 WIB

Empat rekomendasi ini dibacakan Ketua Komisi I DPRD Rohul Tengku Rusli, saat rapat dengar pendapat (hearing) yang dihadiri puluhan ninik mamak serta tokoh masyarakat dari dua desa.

Pertemuan, Senin (19/11), tanpa dihadiri Camat Kabun, Herman Lopi.
Rekomendasi tersebut, antara lain DPRD memberikan tenggat waktu 10 hari kepada Pemkab Rohul untuk menyelesaikan tapal batas desa sesuai Peraturan Pemerintah. Butir berikutnya, Polres Rohul dan TNI diajak ikut membantu menjaga keamanan di masyarakat agar tidak lagi terjadi hal-hal tak diinginkan.

Selanjutnya, karena objek konflik sekitar 1.200 hektare di Bukit Suligi telah ditetapkan status quo, Polsek Kabun diminta terus memantau. Rekomendasi keempat, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Rohul diminta mencabut Izin KUD Persada Bunda.

Rusli mengaku heran, Desa Koto Ranah sudah terbentuk sejak masa Kabupaten Kampar belum memiliki batas desa. "Inilah pekerjaan keliru. Seharusnya desa definitif harus jelas luas desa, tapal desa, dan jumlah penduduknya, apalagi desa ini telah terbentuk sejak masa Kampar," katanya seperti dikutip dari riauterkini.com.

Anggota Fraksi Golkar ini mendesak Pemkab Rohul bersikap tegas apapun risiko dan persoalannya harus ditentukan secepatnya. Sebab ini menyangkut kinerja pemerintah. Sementara itu, Arisman, Anggota Komisi I DPRD Rohul menyesalkan absennya Camat Kabun, Herman Lopi. Ia mengakui, Dewan sudah mengundang dua kali, tapi tidak pernah hadir.

"Seharusnya camat hadir saat diundang Dewan. Ini sangat disayangkan. Sebab camat mengetahui tentang wilayahnya sebagai perpanjangan tangan kepala daerah. Jika dia tidak hadir selama tiga kali pada pertemuan berikut, biasanya kita akan memakai cara lain," ancam Arisman.

Tokoh masyarakat Koto Ranah, Mawardi, mengatakan, laporan dari Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Rohul dinilai salah dan terkesan berpihak kepada oknum warga Aliantan. Ia meminta agar pemerintah secepatnya tentukan tapal batas.

Halaman12
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas