A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Target Beroperasi PLTG Tak Tercapai - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Pekanbaru

Target Beroperasi PLTG Tak Tercapai

Senin, 3 Desember 2012 20:01 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Memasuki bulan Desember 2012, Program Pelalawan Terang Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) milik PT Langgam Power, belum tampak sama sekali.

PLTG yang didirikan di Kecamatan Langgam masih sebatas tiang pancang dan itu pun belum selesai dikerjakan. Kondisi ini berbeda jauh dengan janji Bupati Pelalawan, Muhamamd Harris saat mensosialisasikan program yang dipercaya mengatasi krisis listrik di Pelalawan, akhir 2011 lalu.

Bupati Harris sesumbar jika pembangkit berkekuatan 15 Mega Watt akan dibangun di kampung halamannya itu, beroperasi paling lambat November 2012 lalu dan mengaliri listrik ke semua wilayah Pelalawan.

Bahkan, Harris rela meminjampakaikan sementara lahan milik keluarganya sebagai tempat mendirikan PLTG. Pengelolaan PLTG ditangani PT Langgam Power, perusahaan patungan antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata dengan PT Navigate Energy sebagai kontraktor sekaligus investor.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BUMD Tuah Sekata, Fahrullazy, kepada Tribun Minggu (2/12), menjelaskan, hingga saat ini perkembangan pendirian pembangkit listrik itu belum ada, sejak dibubarkannya BP Migas oleh Mahkamah Konstitusi (MK) bulan lalu.

Itu ditandai dengan urusan administrasi pembangunan PLTG yang belum kelar, seperti Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT EMP Kalila sebagai pemasok gas. Pasalnya, surat penunjukan hak penjualan gas dari SKMIGAS sebagai pengganti BPMigas, tak kunjung dikeluarkan.

"Hingga sekarang belum ada perkembangannya, mungkin Pak Bupati yang tahu. Karena beliau sering mem-follow up ke sana. Terakhir kabarnya saat pembubaran BP Migas, setelah itu tak ada lagi progress hingga sekarang bagaimana PJBG dan urusan administrasi lainnya," jelas laki-laki akrab disapa Ozy ini.

PT Langgam Power akan ke Jakarta guna mempertanyakan kejelasan proses administrasi. Diakuinya, pemasangan pancang di areal PLTG juga berlangsung lambat. Alasannya, belum duduknya urusan pokok dari pembangkit.

Demikian juga dengan PT Navigate Energy, sebagai kontraktor dan investor, tampak sibuk mengurus binis lainnya di wilayah lain usai pembubaran BP Migas. PT Navigate juga ikut sesumbar sebelumnya, jika paling lambat November 2012 Pelalawan sudah terang.
"Memang tampaknya molor sedikit dari jadwal dan target kita sebelumnya. Bukan karena disengaja, tetapi kondisi memaksakan demikian," tuturnya.

Bupati Pelalawan, Muhammad Harris tidak berhasil dikonfirmasi terkait nasib PLTG Langgam Power ini. Beberapa panggilan ke kedua nomor ponselnya tak tersambung, karena dalam keadaan tidak aktif.

Pesan singkat berisi permintaan konfirmasi dan pertanyaan juga tak kunjung berbalas hingga  pukul 17.55 WIB. Senior Affair General Manager PT Kalila, Heru Hardono, dihubungi melalui selulernya menegaskan, semua urusan administrasi perihal rencana kerja sama perusahaan gas dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan sedang diproses.

 Pengurusannya membutuhkan waktu panjang dengan peralihan BP Migas menjadi SK Migas. Sehingga SK penunjukan hak penjualan ke PT Kalila belum dapat dipastikan kapan akan dikeluarkan.

"Ini murni bisnis Pak, kita menjual jasa kepada konsumen dan kita mendapatkan keuntungan. Semuanya masih dalam proses pengurusan serta tidak dapat kita pastikan kapan targetnya. Hanya menunggu administrasi saja dari BP Migas dialihkan ke SK Migas, semuanya tidak ada masalah," jawab Heru dengan datar.

Disinggung harga gas telah disepakati, Heru mengklaim, persoalan itu sudah selesai. Dengan harga 4,2 Dolar AS per MBbtu, jauh di bawah harga gas di pasaran berkisar 5,6-5,8 Dolar AS. PT Kalila tidak bisa memasang target atau memperkirakan kapan kerja sama jual beli gas dengan Pemkab Pelalawan dituntaskan.
Penulis: johanes
Editor: zulham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
63983 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas