Sabtu, 4 Juli 2015

Target Beroperasi PLTG Tak Tercapai

Senin, 3 Desember 2012 20:01

PLTG yang didirikan di Kecamatan Langgam masih sebatas tiang pancang dan itu pun belum selesai dikerjakan. Kondisi ini berbeda jauh dengan janji Bupati Pelalawan, Muhamamd Harris saat mensosialisasikan program yang dipercaya mengatasi krisis listrik di Pelalawan, akhir 2011 lalu.

Bupati Harris sesumbar jika pembangkit berkekuatan 15 Mega Watt akan dibangun di kampung halamannya itu, beroperasi paling lambat November 2012 lalu dan mengaliri listrik ke semua wilayah Pelalawan.

Bahkan, Harris rela meminjampakaikan sementara lahan milik keluarganya sebagai tempat mendirikan PLTG. Pengelolaan PLTG ditangani PT Langgam Power, perusahaan patungan antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata dengan PT Navigate Energy sebagai kontraktor sekaligus investor.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BUMD Tuah Sekata, Fahrullazy, kepada Tribun Minggu (2/12), menjelaskan, hingga saat ini perkembangan pendirian pembangkit listrik itu belum ada, sejak dibubarkannya BP Migas oleh Mahkamah Konstitusi (MK) bulan lalu.

Itu ditandai dengan urusan administrasi pembangunan PLTG yang belum kelar, seperti Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT EMP Kalila sebagai pemasok gas. Pasalnya, surat penunjukan hak penjualan gas dari SKMIGAS sebagai pengganti BPMigas, tak kunjung dikeluarkan.

"Hingga sekarang belum ada perkembangannya, mungkin Pak Bupati yang tahu. Karena beliau sering mem-follow up ke sana. Terakhir kabarnya saat pembubaran BP Migas, setelah itu tak ada lagi progress hingga sekarang bagaimana PJBG dan urusan administrasi lainnya," jelas laki-laki akrab disapa Ozy ini.

PT Langgam Power akan ke Jakarta guna mempertanyakan kejelasan proses administrasi. Diakuinya, pemasangan pancang di areal PLTG juga berlangsung lambat. Alasannya, belum duduknya urusan pokok dari pembangkit.

Halaman12
Penulis: johanes
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas