• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Hari Ini, Kekurangan Dana BOS Dibayarkan

Selasa, 18 Desember 2012 11:10 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Hari ini, (kemarin-red), kekurangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap IV Provinsi Riau disalurkan. Sisa kekurangan tahap IV mencapai Rp 5. 957.720.000. Jumlah tersebut sekaligus untuk pembayaran kekurangan penyaluran tahap I hingga tahap IV.

Diterangkan manager BOS Provinsi Riau tahun 2012, Dra Dewi Riyawati Andamari kepada wartawan, Senin (17/12), dana sisa ini memang telah dimasukkan ke kas daerah oleh pemerintah pusat pada tanggal 13 Desember lalu. Selanjutnya, dihari yang sama tim BOS  Provinsi mengusulkan penyaluran ke rekening sekolah penerima di daerah kabupaten/kota.

"Kita baru dapat informasi dana tersebut sudah bisa disalurkan hari ini. Karena Surat Keputusan-nya sudah ditandatangani oleh sekretaris daerah," tuturnya.

Diterangkan dia, sebelumnya, pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp 152.160.965.000 untuk pembayaran dana BOS triwulan IV pada bulan Oktober lalu. Dengan dana tersebut, baru tiga daerah yang penyaluran dana BOS-nya tuntas. Yaitu, Meranti, Kuantan Singingi dan Indragiri Hilir. Sementara sembilan kabupaten/kota lagi masih disalurkan kekurangannya lewat dana yang baru dicairkan saat ini.

Dalam kesempatan itu Dewi juga memaparkan bahwa kuota dana BOS tahun 2013 untuk SD dan SMP di Riau yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu Rp 614.068.720.000. Untuk SD, anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp 450.973.200.000 dengan 3.433  sekolah penerima dengan jumlah siswa 777.540 orang. Lalu untuk tingkat SMP dananya mencapai Rp 163.095.520.000 dengan 1.004 sekolah dan siswa penerima 229.712 orang.

Jumlah tersebut berbeda dengan usulan yang dikirim Disdik Riau beberapa hari lalu. Dimana, pasca pertemuan dengan kabupaten/kota total dana yang diusulkan yaitu Rp 619.220.787.500. Dengan rincian untuk SD sebesar Rp 457.247.067.500 di 3.477 sekolah dengan siswa penerima 788.357 orang. Lalu untuk SMP jumlah dana mencapai Rp 161.973.720.000. Sekolah penerima sebanyak 993 dengan siswa 228.132 orang.

Diterangkan dia, adanya selisih jumlah dana dan penerima tersebut disebabkan oleh berbedanya data yang dimiliki kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi. Misalnya di kabupaten Bengkalis. Kuota yang ditetapkan adalah 273 sekolah dengan 68.866 siswa penerima. Lalu tingkat SMP ada 81 sekolah dengan jumlah siswa 23.908 orang.

Sementara dari usulan tim BOS Provinsi Riau, untuk tingkat SD jumlah sekolah penerima di Kabupaten Bengkalis hanya 329 sekolah. dengan jumlah siswaa 77.116 orang. Sedangkan untuk tingkat SMP justru bertambah menjadi 90 sekolah. Jumlah penerimanyapun meningkat menjadi 24.372 siswa.

Diterangkan Dewi, ada beberapa alasan yang mempengaruhi perbedaan data ini. Yaitu, karena ada beberapa sekolah atau sekolah baru yang belum masuk surat Direktorat Jendral (dirjen) sebagai penerima dana BOS tahun 2013.

Lalu disebabkan juga oleh adanya perubahan jumlah siswa penerima serta adanya perubahan nomenklatur sekolah yang tertera pada lampiran surat edaran Dirjen. Dimana masih ada sekolah yang masih menggunakan nama lamanya. Disamping itu, adanya perubahan status sekolah dari swasta ke negeri dan adanya sekolah yang tak dioperasikan lagi juga ikut mempengaruhi perubahan data.

Menyikapi perubahan-perubahan ini, tim BOS akan membuat surat pemberitahuan yang ditujukan kepada pemerintah pusat. Tapi harus melalui Kadisdik provinsi Riau. "Surat itu masih dalam proses pengajuan ke Kadisdik," katanya. Setelah ditandatangani akan disampaikan ke pusat agar ada penyesuaian kuota. Tim BOS tidak ingin masalah di tahun 2012 berulang kembali.

Menurut dia, mekanisme penyaluran dana BOS mendatang hampir sama dengan tahun 2012. Yaitu, dari pusat dana didistribusikan ke kas provinsi. Selanjutnya setelah prosedur selesai, dana disampaikan ke bank penyalur. Lalu didistribusikan ke rekening masing-masing sekolah penerima. Terkait jumlah dana BOS 2013, Dewi memastikan belum ada perubahan. Untuk tingkat SD yaitu, Rp 580 ribu per tahun. Sementara, untuk tingkat SMP Rp 710 ribu per tahun.(*)
Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
71144 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas