• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Parahnya Jalan ke Wisata Ombak Bono

Selasa, 25 Desember 2012 11:43 WIB
Parahnya Jalan ke Wisata Ombak Bono
Budi/ Tribun Pekanbaru
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR-Jalan menuju obyek wisata ombak Bono di Kabupaten Pelalawan, Riau, rusak parah sehingga para wisatawan  mengeluh karena sulit untuk mencapai lokasi berselancar tersebut.

"Banyak lubang di tengah jalan menuju obyek wisata Bono, sehingga diharapkan ada perhatian dari pemerintah daerah," kata Riza Yunizar (35) wisatawan asal Kota Medan yang ditemui di Pekanbaru, Senin.

Dia mengatakan, perjalanan panjang dan melelahkan ketika hendak ke kawasan Ombak Bono karena jalan yang rusak parah seperti kubangan kerbau.

Namun ombak Bono merupakan fenomena alam yang terjadi karena disebabkan pertemuan arus pasang air laut Selat Malaka dengan arus Sungai Kampar dari hulu menuju hilir.

Kawasan Bono di Teluk Meranti, Pelalawan banyak dikenal oleh wisatawan mancanegara setelah sebuah hotel berbintang memutar film tentang keindahan alam tersebut.

Demikian pula sebuah iklan rokok telah memamerkan keindahan dan tantangan Ombak Bono bagi peselancar.

Selain itu, film tentang ombak Bono diputar berulangkali di sebuah hotel di Bali dan memperlihatkan seorang peselancar dari Eropa meliuk-liuk di atas papan mengikuti gelombang yang bersebelahan dengan hutan.

         Sedangkan kawasan ombak Bono dapat dicapai dari Jakarta atau Singapura dengan menggunakan jasa penerbangan ke ibu kota Provinsi Riau itu dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

         Setelah tiba di Pekanbaru maka perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat dengan kendaraan umum atau pribadi ke arah selatan menuju Pelalawan sekitar 2,5 jam atau 3,1 jam.

         Bahkan perjalanan darat dilanjutkan lagi sekitar dua jam melintasi hutan dan tepian Sungai Kampar hingga ke muara di Teluk Meranti.

         Riza mengatakan jalan menuju Teluk Meranti sekitar 38 km seperti kubangan kerbau dan pengemudi mobil harus pandai memilih jalan bila tidak akan terperosok.

         Pendapat senada juga disampaikan Harlin Hasibuan (33) warga Kota Dumai, Riau yang sudah dua kali mengunjungi obyek wisata tersebut.

         Dia mengatakan, pemerintah daerah setempat seharusnya memperbaiki jalan menuju obyek wisata itu karena sudah dikenal oleh wisatawan mancanegara terutama dari Eropa dan Amerika Selatan.

         Sementara itu, Bupati Pelalawan, HM Harris di lokasi terpisah mengatakan pihaknya mengaalokasikan dana untuk perbaikan jalan menuju ombak Bono.

         Harris menambahkan perbaikan jalan itu bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan tahun 2013. (ant)

Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas