• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Warga Tanak Pohon Pisang di Tengah Jalan

Kamis, 3 Januari 2013 19:45 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KURAS - Seratusan orang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lintas Timur (Amal) Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Rabu (2/1), menghentikan sejumlah mobil berat pengangkut kayu.

Tidak hanya itu, warga menanam pohon pisang di titik hancurnya jalan. Disinyalir, kendaraan berat itu menjadi pemicu hancurnya badan jalan lintas nasional. Aksi ini dimulai dari pagi hingga siang, berhasil menahan 10 unit truk pengangkut kayu balak.

"Kerusakan badan jalan negara ini disebabkan oleh mobil balak bertonase tinggi milik perusahaan kertas dan HTI. Jembatan Timbangan yang seharusnya difungsikan untuk meminimalisir terhadap muatan yang melebihi kapasitas, sama sekali tak berfungsi," kata Ketua Amal, Izun, didampingi Khosni Mubarak, Koordinator Lapangan aksi unjuk rasa, kemarin, seperti dikutip dari riauterkini.com.

Belum diketahui persis mobil balak bernotase tinggi ini milik siapa. Aksi damai berjalan tertib dan dikawal aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Kuras dipimpin langsung Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Imam Seno dan Lurah Sorek Satu Syofyan.

Izun menjelaskan, pemerintah tutup mata tanpa ada upaya melakukan perbaikan jalan. Menurutnya, jembatan timbangan milik Dishub Riau di Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, diharapkan bisa meminimalisir kerusakan jalan justru tidak berfungsi maksimal.

Ia menduga, jembatan timbang itu menjadi lahan subur praktik pungutan liar oleh oknum Dishub yang bertugas di sana. Sehingga truk melebihi tonase tetap dibiarkan lewat, usai membayar denda kepada petugas timbangan.

"Kita berikan deadline kepada pemerintah, jika dalam sepekan ini tidak ada tindak lanjut terhadap jalan rusak parah ini, kita akan turun ke jalan lagi dengan jumlah massa lebih ramai lagi. Kita juga akan menyegel Jembatan Terantang Manuk, dan menahan seluruh kendaraan bertonase berat sebagai dalang rusaknya akses jalan," ujar Izun, seperti dikutip dari riauterkini.com.

Dalam orasinya Amal juga menyampaikan pernyataan sikap dibacakan oleh Khosni Mubarak. Ada empat butir pernyataan sikap mereka, antara lain, meminta Pemkab Pelalawan dan Pemprov Riau agar menindak tegas perusahaan mengoperasikan truk melebihi tonase.

Butir berikutnya, Dishub Riau agar memfungsikan Jembatan Timbangan sesuai aturan, karena ada indikasi praktik pungli, lalu meminta kepada Pemkab Pelalawan dan Pemprov Riau serta Dinas Pekerjaan Umum agar bertindak lebih proaktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.

Sehingga pemerintah pusat menjadi lebih tanggap terhadap pembangunan infrastruktur jalan. Terakhir, meminta pemerintah pusat secepatnya melakukan perbaikan Jalan Lintas Timur secara menyeluruh.

Aksi semakin memanas tatkala masyarakat sekitar turut memberikan dukungan dan menuntut pemerintah berbuat. Unjuk rasa ini memacetkan ruas jalan negara. Beruntung petugas Kepolisian cepat bergerak melakukan pengamanan ruas jalan dan kemacetan berhasil di urai. (rtc)

Editor: zulham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas