Sabtu, 30 Mei 2015

LSM Laporkan Korupsi Kehutanan Inhu ke KPK

Sabtu, 5 Januari 2013 11:38

LSM Laporkan Korupsi Kehutanan Inhu ke KPK
tribunpekanbaru/melvinas
Salah satu hutan yang mengalami kerusakan di Riau

"Saya telah melapor semua aktivitas sejumlah perusahaan di Inhu ke KPK terkait dugaan korupsi kehutanan, namun jawaban yang didapat belum sesuai yang diharapkan," kata Ropiudin Ketua LSM Kelompok Peduli Pembangunan Masyarakat Indragiri Hulu didampingi oleh Ketua LSM Gepak Inhu Harmain di Rengat, Jumat.

Dikataknnya, selama ini bukan satu atau dua kali laporan berkaitan korupsi di Inhu sudah dilaporkan ke KPK Jakarta, bahkan disertai data lengkap, namun laporan tersebut sepertinya didiamkan saja oleh pihak KPK. Buktinya sampai saat ini belum ada realisasinya di Inhu.

Jika hal ini selalu terjadi seperti diabaikan, maka kepercayaan masyarakat kepada KPK terkait penumpasan kasus yang ada di daerah berkurang.

"Kami menginginkan semua laporan mendapat tanggapan langsung, dan ada tim turun untuk melakukan pengecekan kebenaran dari laporan tersebut, sehingga kedepan terkait adanya korupsi LSM akan langsung melaporkannya. Tetapi karena belum adanya tim yang turun, membuat LSM dan masyarakat enggan untuk melaporkan kembali," terangnya.

Seperti surat LSM nomor 005/PMI-Inhu/1/2011 tertanggal 5 Januari 2011, tentang Pengaduan Dugaan Korupsi Kehutanan Penyerobotan lahan dan ilegal logging oleh tujuh perusahaan di Inhu- Riau oleh LSM KP2MI ke KPK.

Saat itu pihak LSM hanya mendapat balasan surat yang berbunyi laporan saudara dapat digunakan sebagai bahan informasi membuat LSM enggan untuk melapor ulang.

Dalam laporan tersebut ada tujuh perusahaan di Inhu diduga lakukan berbagai korupsi seperti PT Teso Indah di Kecamatan Rengat barat, PT Mitra Kembang Selaras di kecamatan Lirik, PT Sumatra Riang Lestari di Kecamatan Rengat.

Halaman12
Editor: Zul Indra
Sumber: Antara
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas