• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

TNTN Akui Penyidikan Belum Ada

Rabu, 16 Januari 2013 19:58 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Kepala Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kupin Simbolon,  mengatakan, hingga kini belum ada penyidikan yang tuntas mengusut kematian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Riau.

Padahal, selama 2012 lalu saja, 15 ekor gajah mati, 12 di antaranya di TNTN, selebihnya di tempat lain. "Jumlah gajah yang mati pada 2012 mencapai 15 ekor. Namun dari semua kasus tersebut belum ada penyidikan yang tuntas terkait kematian gajah tersebut," ujar Kupin, usai penandatangan nota kesepahaman antara lembaga Eijkman dan World Wildlife Fund (WWF) di Jakarta, Senin (14/1).

Gajah-gajah tersebut mati di wilayah perkebunan dan konsesi. Kupin menjelaskan, saat ini sedang dikembangkan penyidikan mengenai kematian lima ekor gajah. Jumlah populasi gajah di Riau, diperkirakan 60-80 ekor.
"Gerombolan gajah memakan tunas-tunas muda tanaman. Itu menjadikan gajah musuh bagi petani maupun pengusaha sawit sehingga terjadi konflik," kata Kupin.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan, Novianto Bambang W, mengatakan, pemerintah serius menyelidik kematian gajah yang terjadi di Sumatera. "Gajah mempunyai daya jelajah. Mereka berkeliling, namun sayangnya wilayah tempat mencari makanan mereka sudah beralih fungsi menjadi perkebunan, wilayah konsesi dan perkebunan," jelas Novianto.

Menurutnya, semua hal tersebut adalah kesalahan masa lalu yang tidak mempertimbangkan pembangunan dengan memperhatikan kelestarian satwa liar. Koordinator program spesialis spesies harimau dan gajah WWF Indonesia, Sunarto, mengatakan pada 2012 terjadi kematian 27 gajah, 15 di Riau dan 12 di Aceh.

Meskipun demikian, hingga sekarang belum ditetapkan siapa tersangka dibalik kematian gajah-gajah tersebut. "Penegakan hukum harus tetap berjalan " tukas Sunarto. Sunarto memprediksi kematian gajah tersebut dilakukan secara sistematis karena pemotongan gading dilakukan secara sistematis.

Sebelumnya, pada Oktober dan November 2012, gajah ditemukan mati diracun di areal sekitar TNTN. Ketika itu, Juru Bicara WWF Riau, Syamsidar, menyesalkan belum jalannya penegakan hukum terhadap kasus kematian gajah di Riau.

Sejak 2004 hingga 2013 ini, belum ada seorang pelaku pun berhasil diungkap dan diseret ke meja hijau. Dari 2004-Oktober 2012, menurut catatan WWF, 91 ekor gajah mati di Riau, sebagian besar disebabkan konflik dan perburuan.
Ditambah kematian tiga ekor gajah pekan lalu, maka sejak 2004-November 2012 sudah 94 ekor gajah mati di Riau.
Editor: zulham
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas