Rabu, 26 November 2014
Tribun Pekanbaru

Fakta Baru Muncul Dalam Sidang Suap PON

Kamis, 17 Januari 2013 14:16 WIB

Fakta Baru Muncul Dalam Sidang Suap PON
riausatu.com
Terdakwa Lukman Abbas saat dipersidangan
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Fakta baru kembali muncul dalam sidang lanjutan dugaan suap revisi Perda No 06/2010 dengan terdakwa Lukman Abbas, Kamis (17/1).

Dalam sidang lanjutan itu saksi Anil Salbil Singh Gil selaku Direktur PT Orindo Prima mengaku pernah memberikan bantuan Rp 100 juta kepada Lukman Abbas.  Namun hal itu dibantah langsung oleh Lukman Abbas diakhir persidangan.

Dijelaskan Anil Salbil, permintaan uang Rp 100 juta oleh mantan Kadispora Riau Lukman Abbas tersebut terjadi sekitar tahun 2012 lalu. "Kapan bulannya saya tidak ingat dan saya hanya ingat tahunnya saja," kata Anil dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Isnurul SH dan JPU dari KPK Riono SH serta terdakwa Lukman Abbas didampingi Penasihat Hukumnya.

Mendengar pengakuan Anil tersebut, JPU dari KPK Riono menanyakan kapan uang tersebut saksi serahkan kepada terdakwa? Anil menjawab uang Rp 100 juta itu ia serahkan sekitar bulan Maret dan April 2012. "Uang itu langsung saya serahkan kepada Pak Lukman di Senayan, Jakarta," ucapnya.

Permintaan bantuan itu untuk apa? Anil mengatakan, ia tidak tahu permintaan uang itu oleh Lukman untuk apa. "Setahu saya untuk pribadi Pak Lukman, dan bantuan itu saya berikan adalah pribadi saya, tidak ada embel-embel lainnya," ujar Anil.

Dipenghujung persidangan Penuntut Umum mendengarkan rekaman percakapan telepon antara Anil dengan Lukman Abbas. Inti pembicaraannya agar Anil yang memenangi proyek pengadaan alat-alat olahraga untuk PON ke-XVIII mengantar barang dua kali sepekan. Setelah mendengar percakapan telepon itu JPU dari KPK Riono SH menanyakan ada percakapan setengah aja la dulu yang dilontarkan Lukman ke Anil, dan dijawab Anil mereka-mereka itu ya yang tidak mau ya. Apa maksudnya? "Saya tidak tahu apa maksudnya," jawab Anil.

Setelah Anil selesai memberikan kesaksiannya Hakim Ketua Isnurul SH memberikan kesempatan kepada terdakwa Lukman Abbas untuk menyanggah mana keterangan saksi yang tidak benar menurut terdakwa. Atas kesempatan itu Lukman Abbas dengan tegas menyatakan, dirinya tidak pernah meminta atau menerima uang Rp 100 juta dari Anil. (*)
Penulis: Rino Syahril
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas