• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Burung Garuda Pengganti Sajadah Untuk Maskot ISG

Rabu, 23 Januari 2013 08:29 WIB
Burung Garuda Pengganti Sajadah Untuk Maskot ISG
tribunpekanbaru/Palti
Dua Sketsa Maskot ISG
 TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Dua model gambar burung garuda dengan bentuk kedua sayap dimodifikasi mengepal. Diidominasi warna kuning, aksi sayap burung garuda pada kedua gambar tersebut tidaklah sama, walau pancaran wajahnya menggambarkan kegembiraan.

"Ini  maskot ISG kita, burung garuda. Tapi sepertinya gambar kedua yang akan dipilih," kata wakil sekretaris panitia lokal ISG Denni Hermanto, pada Tribun, Selasa (22/1) sembari menunjuk gambar yang ia maksud.

Ketua I pantia lokal Islamic Solidarity Games (ISG) Syamsurizal yang dihubungi Tribun lewat telepon selulernya, Selasa sore (22/1)  membenarnya burung garuda memang sudah diputuskan sebagai maskot ISG yang ketiga. Jauh sebelumnya, Tribun memang sudah pernah memberitakan perihal burung garuda sebagi maskot.

Dikatakannya, burung garuda memang sudah ditetapkan sebagai maskot ISG. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat masih dijabat Andi Malaranggeng juga sudah menyepakati burung garuda sebagai maskot.

"Menpora saat dijabat pak Andi sudah setuju soal maskot ini. KOI (Komite Olimpiade Indonesia) juga sudah setuju," ujar Syamsurizal.

Sebenarnya, kata Syamsurizal, maskot ISG sebelumnya diusulkan adalah Sajadah. Namun karena bentuk Sajadah susah untuk dimodifikasi, maka pilihan jatuh pada berbagai jenis hewan untuk dijadikan maskot. Berbagai jenis hewan sebenarnya diusulkan ke Menpora. Dari banyaknya pilihan, burung garuda terpilih menjadi maskot.

Syamsurizal mengatakan, alasan pemilihan burung garuda tersebut dikarenakan untuk mewakili seluruh bangsa Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku, adat serta keanekaragaman lainnya.

"Dipilih karena dinilai mewakili secara nasional. Pekanbaru kan hanya lokasi saja. Yang menjadi tuan rumah kan Indonesia. Komodo juga diusulkan tapi kan sudah pernah jadi maskot," ujar Syamsurizal.

Namun mengenai dua gambar burung garuda yang beredar saat ini, Syamsurizal mengatakan belum ada keputusan pasti. Sebab modifikasi burung garuda lainnya sedang dikerjakan.

"Kalau dua gambar burung garuda yang beredar sekarang itu belum final. Itu gambar dari saya. Saya yang buat kedua gambar itu," klaim Syamsurizal.

Geburnur Riau Rusli Zainal, kata Syamsurizal, saat memimpin rapat panitia lokal juga meminta agar modifikasi gambar burung garuda diperbanyak. Ini dilakukan agar pilihan semakin banyak.

Dikatakannya, format gambar burung garuda pun sednag dibahas. Bagaimana umbulnya serta hal lainnya. Pihaknya pun sudah melibatkan para pekerja seni untuk memperkaya gambar burung garuda sebelum diputuskan nantinya.

Bagaimana dengan tanggapan Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) serta Organisasi Konferensi Islam (OKI) terkait pemilihan burung garuda sebagai maskot? Syamsurizal mengatakan hal tersebut masih dikomunikasikan.

"Kan rombongan ISSF sudah berada di Jakarta. Kita juga sudah serahkan soal logo ini. Tapi responnya belum tau," ujar mantan bupati Bengkalis ini.

Apakah Burung garuda bakal jadi maskot ISG? "Kalau di Indonesia sudah disepakati. Sudah tak masalah. Hanya saja kita berharap restu ISSF. Mudah - mudahan tidak ada masalah," ujar Syamsurizal.

Sebelumnya, mengenai maskot berbentuk hewan ini menjadi permasalahan yang rumit dan serius kala pelaksanaan ISG yang kedua di Irak beberapa tahun lalu, yang gagal dterlaksana. Kepada Tribun beberapa waktu lalu, panitia pusat ISG menerangkan gagalnya pelaksanaan ISG kedua disebabkan dijadikannya hewan sebagai maskot. Ahli - ahli agama Islam di Irak menentang penggunaan hewan sebagai maskot sehingga ISG kedua batal terlaksana.

Syamsurizal sendiri mengetahui hal ini dan membenarkannya. Namun ida tidak mau memikirkan penolakn tersebut sebab lampu hijau penggunaan hewan sebagai maskot sudah didapat walau belum final.

"Saya tak mau memikirkan ke situ (penolakan) lah. Saya berharap diterima dan tak ada masalah soal maskot ini," katanya.

Pagi ini, Rabu (23/1) rombongan ISSF sendiri akan tiba di Pekanbaru. Rombongan dipimpin langsung sekretaris jendral ISSF Faisal Abdul Azis al Nasa. Agendang tim ISSF ini yakni rapat dengan panitia lokal ISG serta peninjauan seluruh venue yang akan digunakan untuk ISG nantinya.(*)
Penulis: palti
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
87534 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas