A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Buaya Terbesar di Dunia Mati di Filipina - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Pekanbaru
Home » Jiran

Buaya Terbesar di Dunia Mati di Filipina

Senin, 11 Februari 2013 15:08 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM-Buaya air asin terbesar mati di sebuah cagar alam di Filipina.

Para pejabat mengatakan reptil sepanjang enam meter dan berbobot lebih dari 1.000 kg itu, ditangkap pada September 2011 dan menjadi daya tarik utama di sebuah taman wisata lingkungan.

Guinnes World Records tahun lalu secara resmi menyatakan buaya bernama Lolong itu sebagai buaya terbesar yang pernah ditangkap.

Lolong ditangkap di kota Bunawan setelah diburu selama tiga minggu oleh puluhan orang.

Walikota Bunawan Edwin Elorde mengatakan Lolong sudah satu bulan terakhir jatuh sakit.

"Ia tidak mau makan sejak bulan lalu dan kami melihat ada perubahan warna di kotorannya," kata Elorde pada surat kabar Philippine Daily Enquirer.

"Staf kami juga melihat adanya bengkak di perutnya."

Dokter hewan setempat Alex Collantes mengatakan cuaca dingin kemungkinan berpengaruh pada kesehatan si buaya.

Elorde mengatakan pada Enquirer bahwa pakar fauna liar akan melakukan penyelidikan atas kematian Lolong dan ia berharap bangkainya dapat diawetkan.

"Dengan cara itu, orang masih tetap dapat melihat dan mengaguminya," kata Elorde.

Media Australia mengatakan gelar buaya terbesar di dunia yang pernah ditangkap kini beralih pada Cassius, buaya yang dipelihara di sebuah pertanian dekat Cairns di Queensland.(*)
Editor: zid
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas