• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Mahasiswi Pekanbaru Selundupkan Sabu Seharga Rp 768 juta

Selasa, 19 Februari 2013 08:48 WIB
Mahasiswi Pekanbaru Selundupkan Sabu Seharga Rp 768 juta
NET
Ilustrasi
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seorang mahasiswa disebuah Universitas Swasta di Pekanbaru, Minggu (17/2) sekitar pukul 14.30 berhasil ditangkap oleh petugas Bea dan Cukai di Bandara Sultan Syarif Kasim II, setelah turun dari pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur.

Mahasiswi yang diketahui bernama RF (22) warga Bengkalis tersebut ditangkap lantaran berusaha menyelundupkan dua bungkus bubuk kristal metamfhetamine atau sabu-sabu seberat 512 gram senilai Rp 768 juta yang disembunyikan dalam lapisan koper berwarna hitam dari Malaysia.

"Hal itu kita ketahui ketika tersangka melewati pemeriksaan sinar X ray, dan kita melihat ada bungkusan yang mencurigakan disisipkan pada dinding koper. Lalu koper itu kita bongkar dan ditemukan 2 bungkusan yang dilapisi karton tipis, aluminium foil dan kulit sintetik," ujar Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan  Bea dan Cuka Tipe Madya Pabean B Pekanbaru Aminuddin Budiarjo kepada wartawan, Senin (18/2) saat ekspos dikantornya.

Selanjutnya kata Aminuddin dua bungkusan itu dibuka dan isinya bubuk kristal sejenis metamfhetamine seberat 512 gram dengan harga senilai Rp 768 juta. "Sore itu juga tersangka bersama barang buktinya kita bawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya diketahui sabu-sabu itu milik orang negro di Malaysia dan barang itu akan dikirim ke Jakarta," ucap Aminuddin.

Tersangka RF tambah Aminuddin, hanya selaku Traveled atau pengirim saja. Ketika ditanya Tribun berapa upah yang diterima tersangka RF? Aminuddin mengatakan, itu belum diketahui pihaknya, sebab kasusnya masih terus dalam pengembangan. "Tersangka dan barang buktinya kita serahkan ke Polresta Pekanbaru untuk menindak lanjutinya," kata Aminuddin lagi.

Sementara itu tersangka RF yang mengenakan sebo warna hitam sebagai penutup wajahnya tak kuat menahan tangisnya saat digiring petugas dari sel menuju ruang ekspos. Mahasiswi asal Bengkalis tersebut terisak-isak saat berjalan dikawal tiga petugas Bea dan Cukai yang juga memakai sebo warna hitam dan memegang senjata api laras panjang.

Ketika RF diabadikan oleh kamera wartawan, ia terus menangis dibalik sebonya itu dan dua bola matanya yang hanya kelihatan tampak memerah dan berair. Usai ekspos tersebut RF kembali digiri ke sel tahanan sementara milik Bea dan Cukai Pekanbaru.

Atas ulah tersangka RF itu ia dijerat dengan pasal 113 ayat (1) dan (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara ditambah denda maksimal Rp 10 miliar.

 "Kalau barang buktinya melebihi 5 gram pelaku sesuai UU No 35/2009 dipidana dengan hukuman mati, penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara. Kemudian dendanya maksimal Rp 10 meliar ditambah sepertiga," tegas Aminuddin.(*)
Penulis: Rino Syahril
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas