A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pembangunan SMPN 37 Pekanbaru Dianggarkan Kembali - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribun Pekanbaru

Pembangunan SMPN 37 Pekanbaru Dianggarkan Kembali

Kamis, 21 Februari 2013 09:04 WIB
Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menegaskan tetap menganggarkan dana untuk pembangunan gedung SMPN 37 yang belum rampung pengerjaannya tahun lalu. Meski demikian, dipastikan sekolah yang terletak di Kecamatan Marpoyan Damai tersebut belum bisa menerima siswa pada tahun ajaran baru tahun ini.

"Kita menganggarkan dana sebesar Rp 900 juta tahun ini guna melanjutkan pembangunan gedung sekolah tersebut" ungkap Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal MPd kepada Tribun kemarin. Menurut dia, jumlah tersebut merupakan penghitungan dari pekerjaan yang belum rampung tahun lalu.

Dijelaskannya,  tahun 2012 lalu, Disdik telah menganggaran dana sebesar Rp 1,4 miliar untuk proyek tersebut. Namun, karena berbagai alasan, progres pembangunan baru mencapai 47 persen. Karena itulah sisanya dianggarkan lagi di APBD tahun ini. Jamal juga memastikan bahwa pengerjaan proyek teta melalui proses lelang ulang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Tahun ini Disdik rencananya juga akan menganggarkan dana untuk meubeler di sekolah tersebut.

Menurut Jamal, pihaknya tidak memaksakan SMPN 37 dioperasionalkan tahun ini. Apalagi masih banyak fasilitas belajar mengajar di sekolah tersebut yang perlu dilengkapi. Misalnya fasilitas rumah jaga yang kini belum ada. Terlebih meski proyek telah rampung, fasilitas yang  ada masih berupa gedung.

Meskipun proses penerimaan siswa baru di SMPN 37 belum dimulai tahun ini, ia yakin tak akan mempengaruhi daya tampung peserta didik di Pekanbaru. Karena, secara umum Pekanbaru belum kekurangan SMP. Apalagi, di Pekanbaru masih banyak SMP swasta yang terbuka menerima peserta didik baru. "Jadi kita selesaikan dulu pengerjaan fisik dan fasilitasnya. Dimungkinkan siswa baru bisa diterima tahun 2014 nanti," kata Jamal.

Sebelumnya, ada beberapa alasan yang menyebabkan pembangunan gedung sekolah tersebut tak rampung tahun 2012 lalu. Kendala pertama yaitu, terjadinya lelang ulang sehingga mengakibatkan pengerjaan proyek terlambat. Setelah lelang tuntas, kontraktor pelaksana juga mengalami berbagai hambatan di lapangan.

Diantaranya, kendaran proyek tak bisa leluasa keluar masuk lokasi pembangunan. Pasalnya, akses jalan menuju lokasi pembangunan tersebut melalui perumahan. Sementara, masyarakat di sekitar perumahan tak mengizinkan jalannya dilintasi kendaraan proyek. Akibat masalah ini, kontraktor akhirnya harus mencari jalan alternatif dengan  menyewa lahan lain. "Pencarian lahan hingga pembukaan aksesnya memakan waktu sampai satu bulan," tutur Jamal waktu itu kepada Tribun.

Selanjutnya, mobil pengangkut tiang pancang juga tak gampang masuk ke lokasi proyek. Jamal menjelaskan, ada sekelompok masyarakat yang mengganggu. Mobil trailer yang mengangkut tiang pancang disuruh keluar dan tidak boleh masuk. Padahal mobilisasinya membutuhkan waktu sekitar 15 hari.

Setelah diselesaikan, muncul lagi masalah baru. Dimana di saat kontraktor melakukan pemancangan, kembali terjadi gangguan dari sekelompok masyarakat. Dimana, ada sekelompok orang yang ingin mendapat bagian kerja dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Untuk menyelesaikan berbagai masalah ini, Disdik bersama sejumlah pihak terkait mengaku sudah menggelar pertemuan dengan melibatkan camat dan lurah. Untuk mendapatkan solusi, Disdik sudah dua kali rapat dengan sekretaris kota. Jamal juga memastikan sejauh ini permasalahan dengan sekelompok masyarakat tersebut telah selesai.

Disamping itu, diputuskan putus kontrak dengan pihak kontraktor karena tahun anggaran 2012 akan habis. Belum lagi hujan yang kerap mengguyur Pekanbaru di akhir tahun lalu. Hujan dianggap ikut mempengaruhi lambatnya pengerjaan bangunan tersebut.(*)
Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
106033 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas