• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Enam Terdakwa Korupsi Islamic Centere Pelalawan Segera Disidang

Jumat, 22 Februari 2013 15:15 WIB
Enam Terdakwa Korupsi Islamic Centere Pelalawan Segera Disidang
ilustrasi/net
Laporan : Rino Syahril

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Sempat diperpanjang masa penahanan 6 tersangka dugaan korupsi pembangunan Islamic Centere Pelalawan, akhirnya Kamis (21/2) sore ke enam tersangka resmi menjadi terdakwa. Pasalnya sore itu Kepala Kejari Pelalawan telah menyerahkan 6 berkas tersangka ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Menurut Ketua PN Pekanbaru Moefri SH melalui Panitera Muda Pidana Korupsi Asan Basri SH kepada wartawan, berkas ke enam terdakwa dugaan korupsi pembangunan islamic centere Pelalawan diterima pihaknya Kamis (21/2) sekitar pukul 16.00. "Tadi pagi berkasnya kami serahkan ke Ketua PN untuk menunjuk siapa saja Majelis Hakim yang menyidangkan nantinya," ujar Asan.

Hakimnya jelas Asan, untuk terdakwa Zakri, Majelis Hakimnya Krosbin Lumban Gaol SH (Hakim Ketua), Isnurul SH dan Suryadi SH. Kemudian Majelis tersebut juga menyidangi terdakwa  Rahman Saragih, Tengku Azman.

Sementara itu untuk tiga terdakwa lagi yakni,  Syahril, Amrasul Abdullah dan Tengku Fahran, Majelis Hakimnya Isnurul SH (Hakim Ketua), Krosbin Lumban Gaol SH dan Hendri SH. Sedangkan Tim JPU kasus ini yaitu, Yanuar Rheza SH, Banu Laksamana SH dan Robu Harjanto

.Ketika ditanyakan kapan jadwal pasti akan digelarnya sidang perdana kasus korupsi tersebut? Muefri mengaku belum bisa menjelaskannya. Pasalnya, jadwal tersebut tergantung dengan masing-masig Ketua Majelis hakimnya. "Yang jelas paling lambat dalam waktu sepekan ini ke enam terdakwa akan menjalani sidang perdananya," kata Muefri.

Dugaan korupsi ini sudah merugikan negara senilai Rp7,7 milyar. Hal itu berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau pada September lalu.Selain kerugian secara finansial, negara juga telah dirugikan secara materil.

Sebab dalam laporannya BPKP menyatakan, gedung Islamic Center tidak bisa difungsikan atau dipakai masyarakat.Laporan tersebut diterima Kejati Riau  surat itu diterima pada tanggal 28 September 2012. Surat itu bernomor SR-3139/PW 04/5/2012/28 September 2012.Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran proyek ini dianggarkan senilai Rp6,1 milyar pada tahun 2007-2008. Dalam perjalannya, pembangunannya tak kunjung selesai. Bahkan pada tahun 2009, anggarannya kembali ditambah sekitar Rp3,6 miliar. (*)
Penulis: Rino Syahril
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas