Minggu, 23 November 2014
Tribun Pekanbaru

Sebagian Terperiksa Kasus Rusli Bungkam

Jumat, 22 Februari 2013 08:40 WIB

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melengkapi berkas perkara tersangka Rusli Zainal terus berlanjut. Kamis (21/2) ini sebanyak 10 orang saksi diperiksa penyidik di Ruang Catur Prasetya, Sekolah Polisi Negara (SPN) Jalan Patimura, Pekanbaru.

Beberapa wajah lama tampak datang ke SPN sejak sekitar pukul 10.00. Di antaranya adalah Eka Dharma Putra dan Ramli Sanur.

Sama seperti pemeriksaan yang sudah-sudah, Ramli Sanur tetap pasang aksi tutup mulut dalam pemeriksaan ini. Meskipun kapasitasnya sebagai saksi, dalam catatan Tribun, Ramli tak pernah mau memberikan komentar.

Bahkan sejak pemeriksaan awal di Dit Reskrimsus Polda Riau, Ramli pelit berkomentar. Dia merupakan satu di antara anggota DPRD Provinsi Riau yang ikut diamankan ketika penyidik KPK berhasil menangkap basah pelaku gratifikasi ini.

"Saya mau shalat," ujarnya ketika hendak menjalankan salat duhur.

Hal yang sama juga dihadapi pencari berita ketika menggali pemeriksaan terhadap Direktur PT Mitra Hutan Jaya, Agus Wahyudi. Bahkan, terperiksa satu ini, tidak mau mengungkapkan namanya ketika ditanya awak media.

Mengenakan baju batik wanra coklat, Tribun sempat berusaha menggali keterangan dari pria berkumis ini. Dia mengatakan, dirinya tidak diperiksa oleh penyidik KPK.

Kedatangannya ke komplek SPN hanya diminta untuk melakukan klrifikasi data. Namun ketika Tribun menanyakan data apa yang diklarifikasi Agus, dia tidak menjawab.

Sambil membawa setumpuk berkas yang dibawanya di tangan kiri, Agus tetap diam saat Tribun menanyakan dia dipanggil penyidik KPK sebagai saksi untuk siapa. "Sudah ya," ucapnya.

Kesulitan awak media untuk mendapat informasi juga terjadi ketika menanyai terperiksa lainnya Guno Widagdo. Ketika ditanya, dia berkata kalau dirinya sedang mengalami masalah dengan kesehatannya.

"Sudah lah. Saya sedang sakit," ujarnya.

Pantauan Tribun, dia memang tampak tidak fit. Ketika berjalan keluar ruang pemeriksaan, Guno menggunakan alat bantu berjalan.

Terperiksa yang tidak pelit berkomentar adalah Masnur. Anggota Komisi A DPRD Riau ini mengatakan kalau dirinya dipanggil untuk melengkapi berkas perkara Gubri.

Menurutnya, ini adalah pemeriksaan pertama yang dilakukan tim penyidik KPK kepada dirinya. Dia diperiksa, ujar dia, dalam kapasitasnya sebagai anggota Banleg dan Banmus.

Diungkapkannya, penyidik bertanya apakah dalam rapat Banleg dan Banmus, Gubri sempat datang. "Saya jawab tidak karena memang tidak datang," ujarnya.

Selain itu, kepada wartawan, Masnur menjelaskan mengenai kapasitas Banleg. Dikatakan, Banleg hanya bertugas untuk memberikan informasi, saran dan pendapat.

Ketika ditanya keterlibatannya dalam kasus ini, Masnur secara tegas mengatakan kalau dirinya tidak terlibat. Dia juga mengaku kalau dirinya tidak tahu menahu-menahu mengenai uang lelah tentang pembahasan revisi Perda.

"Saya tidak tahu mengenai uang lelah itu," ucapnya.

Sementara, saksi lainnya Eka Dharma Putra mengaku kalau pemeriksaan terhadapnya lebih kurang sama dengan pemeriksaan sebelumnya. Yang berbeda hanya kali ini dia bersaksi untuk Gubri.

Secara keseluruhan, hari ini penyidik meminta keterangan terhadap sembilan orang saksi. Selain yang disebutkan di atas, penyidik juga meminta keterangan terhadap Direktur CV Putri Lindung Lestari, Said Edy, Soe Edwin, M Sadali, dan Zulkarnain Nurdin.

Hari ini, penyidik sebenarnya juga mengagendakan untuk meminta keterangan dari Direktur PT Merbau Pelalawan lestari, Ahmad Kuswara. Namun yang bersangkutan tidak hadir. Menurut penyidik, Ahmad Kuswara sedang menunaikan ibadah umrah.

Pantauan Tribun, staf persidangan DPRD Riau, Amri Almi sempat datang ke ruang pemeriksaan. Sebelumnya juga tampak sopir Faisal Aswan, Dasril memasuki Ruang Catur Prasetya. Namun kedatangan mereka hanya sebentar saja. Beberapa saat kemudian mereka meninggalkan SPN.

Sementara Jumat (22/2) ini, penyidik akan memanggil sembilan orang untuk dimintai keteranggannya. Mereka adalah Taufan Andoso Yakin, Kir Jauhari, Zulkarnain, Nugroho, Sudaryono, Riska, Ratna Widayanti, Jaya Rahmad, dan Eka Yulianto.(*)
Penulis: Galih
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas