A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sekolah Siap Jalani Instruksi Disdik Pekanbaru - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Pekanbaru

Sekolah Siap Jalani Instruksi Disdik Pekanbaru

Sabtu, 23 Februari 2013 11:00 WIB
Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Sejumlah sekolah di Kota Pekanbaru menyatakan siap menyisihkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru-guru. Meski demikian, belum semua sekolah menerima surat instruksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru terkait penggunaan dana BOS tersebut.

Satu diantara sekolah yang belum menerima surat tersebut yaitu SD Kalam Kudus Pekanbaru. Menurut Kepala SD Kalam Kudus, Nelson kepada Tribun, Jumat (22/2), sampai saat ini pihaknya belum menerima surat tersebut. Dia mengaku, tahu adanya surat itu baru dari koran. "Saya baru baca di koran. Tapi belum terima langsung suratnya," ungkap Nelson.

Meski belum menerima surat, Nelson mengaku akan patuh dengan instruksi Disdik untuk menyisihkan dana BOS bagi pelatihan Kurikulum 2013. Apalagi, Kurikulum 2013 akan dimulai pada tahun ajaran baru mendatang. "Jadi tidak mungkin guru-guru tak mendapat pembekalan terkait materi kurikulum baru itu," tuturnya.

Kepala SDN 23, Rivianis juga mengaku belum menerima surat instruksi Disdik yang bernomor 420/Bid.TK.SD.02/II/2013/2220 itu. Menurutnya, hingga saat ini surat tersebut belum sampai ke tangannya. Rivianis juga akan menelaah kembali anggaran BOS di sekolahnya jika pelatihan memang harus dibiayai dengan dana tersebut.

Sementara itu, Kepala SMPN 23 Pekanbaru, Yusnaeti Ardina MPd mengaku telah menerima surat dari Disdik. Ia juga menyampaikan kesiapan pihak sekolah memakai dana BOS untuk pelatihan Kurikulum 2013. Menurutnya, segala kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan patut didukung.

Meski demikian, Yusnaeti mengaku belum ada kesepakatan berapa besaran anggaran yang akan mereka sediakan untuk pelatihan itu. Tapi, berdasarkan surat Disdik, pihak sekolah diminta menyiapkan anggaran sebesar 3 sampai 5 persen dari dana BOS yang tersedia untuk pelatihan Kurikulum 2013. Ia hanya memastikan anggaran tak akan melebihi ketentuan yang ada.

Ditanya kapan dana itu dikumpulkan, Yusnaeti mengaku masih menunggu berita dari Disdik. Namun yang jelas, pihaknya telah menyiapkan anggaran tersebut. Dia juga siap mengirimkan semaksimal mungkin guru untuk pelatihan itu. Kalaupun diminta mengirimkan sampai 10 orang guru, pihak sekolah tetap menyanggupi.

Menurut dia, pihak sekolah wajib mendukung program pemerintah daerah. Ia juga tak mempermasalahkan meski pelatihan memakai dana BOS. Asalkan, program ini tidak sampai mengganggu kegiatan operasional siswa. Seperti pembiayaan ujian semester, Ujian Nasional dan sebagainya. Karena bagaimanapun juga, operasional sekolah tetap menjadi hal utama pembiayaan BOS.

Diterangkannya, guru-guru yang mata pelajaran yang diasuhnya masuk Kurikulum 2013 memang penting mengikuti pelatihan. Karena kurikulum baru tersebut akan diterapkan dalam waktu dekat. Dengan pelatihan, diharapkan kualitas masing-masing guru bisa lebih baik inovatif dan dinamis.

Sebelumnya, Kabid TK dan SD Disdik Pekanbaru, Naguib Nasution SPd membenarkan bahwa Disdik telah mengeluarkan surat yang menginstruksikan sekolah menganggarkan dana untuk menyelenggarakan pelatihan Kurikulum 2013 dari BOS. Kebijakan ini diambil karena pemerintah pusat tidak menganggarkan dana untuk pelatihan Kurikulum 2013 untuk guru SD/SDLB dan SMP/SMPLB di Pekanbaru.

Mengingat hal tersebut, Disdik menginstruksikan kepada seluruh kepala SD/SDLB dan SMP/SMPLB se Pekanbaru untuk menyediakan anggaran sebesar 3 hingga 5 persen untuk pelatihan. Pelatihan Kurikulum 2013 itu akan diselenggarakan melalui Kelompok Kerja Guru atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG/MGMP) pada gugus sekolah atau kecamatan masing-masing.

Untuk SD/SDLB, pelatihan akan diikuti oleh guru kelas I, kelas IV, guru Agama serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes). Sedangkan untuk SMP/SMPLB diikuti oleh guru kelas VII untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, Pendidikan Jasmani, Seni Budaya dan Prakarya (muatan lokal).

Menurut Naguib, penyaluran anggaran dana BOS untuk penyelenggaraan pelatihan Kurikulum 2013 tidak melanggar aturan. Karena, berdasarkan petunjuk operasional, dana BOS dapat dipakai untuk peningkatan sumberdaya manusia. Termasuk guru. Karena itu, kali ini fokus peningkatan SDM tersebut diprioritaskan pada pelatihan Kurikulum 2013 bagi guru-guru. (*)
Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
107423 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas