TribunPekanbaru/

Harga Kelapa Tidak Menghidupi Warga Inhil Lagi

Dewan : Pemerintah Harus Kaji Ulang

"Kalau saya tetap bertahan di kampung sepertinya keluarga saya nggak akan bisa bertahan hidup. Anak-anak juga pasti tidak bisa sekolah,"ujar Aria saat ditemui Tribun di tempat kerjanya disebuah bangunan di Pekanbaru.

Aria hanya berharap kepada pekerjaannya saat ini yakni buruh kasar bangunan, seharinya Aria bisa mendapat gaji Rp 50 ribu, uang yang didapatnya itu untuk dikirim ke kampung halamannya di Inhil.

"Sehari saya digaji 50 ribu, uang itu untuk dikirim kekampung karena anak sama istri saya nggak ada apa-apa disana,"ujar Aria.

Ia mengaku ditempat tinggalnya hampir semua bapak-bapak keluar kampung untuk bisa mencari pekerjaan lain. Karena sebelumnya, hampir semua warga di Desa Indra sari jaya bermata pencaharian dan bergantung hidup di kelapa.

"Gimana mau bertahan dikampung, kelapa sudah tidak laku lagi, biasanya kalau harganya masih dikisaran Rp 800 hingga Rp 900 masih lumayan dan masih bisa bertahan tapi kalau sekarang harganya cuma 500 nggak ada dapat apa-apa, lagipula pihak perusahaan juga tidak mau beli kelapa lagi,"ujar Aria.

Tidak hanya Aria yang berhasil ditemui Tribun, Bahri (38) warga Inhil lainnya yang ikut mencoba mencari kehidupan di luar daerahnya ini juga bekerja sebagai buruh bangunan. Dirinya mengaku sudah dua bulan terakhir merantau untuk menghidupi keluarganya di kampung.

"Lama-lama bertahan dikampung kayaknya  nggak makan juga keluarga saya dikampung,"ujar Bahri kepada Tribun.

Saat berprofesi sebagai petani kelapa di kampung halamannya, Bahri mengaku dalam seharinya bisa menghasilkan uang Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Namun sejak setahun terakhir, setelah anjloknya harga kelapa, pihak perusahaan hanya bisa membayar satu biji kelapa dengan harga Rp 500.

"Pokokny nggak bisa memenuhi kebutuhan keluarga saya dikampung, makanya sekarang yang punya kelapa itu tidak ada yang manen, dibiar aja dipokoknya, habis diambil juga nggak ada harganya,"ujar Bahri.

Kepala Desa Indrasari Jaya Kecamatan Teluk Belengkong Kabupaten Indragiri Hilir, Mulyadi saat dihubungi Tribun menjelaskan saat ini hampir semua kepala keluarga di Desa yang dipimpinnya sudah meninggalkan kampung untuk mencari nafkah didaerah luar.

Halaman
12
Penulis: Nasyuha
Editor: Zul Indra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help