• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribun Pekanbaru

Pemakaman Adat Rusak Akibat Galian C

Kamis, 14 Maret 2013 19:27 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, SALO - Makam warga Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, mulai tergerus dan rusak akibat aktivitas penambangan pasir dan batu atau Galian C yang berada di sekitar pemakaman tersebut.
 
Informasi berhasil dihimpun Tribun, rusaknya daerah pemakaman itu terjadi pada Kamis (6/3)  malam lalu. Kala itu, hujan turun begitu derasnya. Posisi makam itu berada tepat di samping aliran sebuah anak sungai dekat Markas Komando Batalyon Infanteri (Yonif) 132/Bima Sakti, Salo.

Kabar awal diperoleh ketika Tribun mewawancarai Ramli R Datuk Permato Said, Pucuk Adat Kenegerian Salo melalui sambungan seluler, Rabu (13/3) pagi. Ia mengungkapkan, ada dua pemakaman adat terkena dampak didga karena aktivitas Galian C tersebut.

Ramli mengakui, ia sudah melakukan pemantauan ke areal pemakaman. Setidaknya ada dua makam adat terpaksa dipindahkan ke tempat lebih aman karena terancam longsor. Pertama, makam Datuk Lobai Persukuan Melayu Kioghiong yang sudah ada sejak 1836 silam. Kedua, makam istri dari Datuk Jangguik Persukuan Mandiliang yang wafat pada 2005.

Selain makam adat, Ramli mencatat, ada sekitar lima kuburan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di sana yang ambruk. Letak TPU berada di sebelah pemakaman adat dipisahkan aliran sungai. Bagian paling belakang TPU, berbatasan langsung dengan lokasi Galian C.

Ia memaparkan, dua dari lima makam di TPU itu hilang. Diduga telah terbawa arus sungai. Sedangkan tiga makam lagi telah dipindahkan ke tempat lebih aman. Guna mendapat informasi lebih jelas soal pemakaman adat itu, ia mengarahkan Tribun untuk menanyakannya kepada Nurbit, penerus gelar Ninik Mamak Melayu Kioghiong.

"Luas lokasi Galian C tersebut berkisar 20-30 hektare. Usaha pengerukan pasir dan batu dari permukaan bumi ditutup saja. Kegiatan itu sudah nyata-nyata berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat sekitar. Salah satunya makam itulah," katanya.

Ia berharap, warga yang merasa tidak nyaman dan dirugikan bisa merapatkan barisan. Sebab, jika aktivitas tersebut dibiarkan terus beroperasi, ditakutkan dampak lebih buruk bakal terjadi.  Kemudian, Tribun menyambangi rumah Nurbit Datuk Koghiong di Gang Mesjid, belakang Kantor Desa Salo.

Namun, Tribun hanya bertemu dengan istrinya. Sambutan sang istri terkesan agak kaku. Ia tidak bersedia berkomentar soal pemakaman adat tersebut. Pantauan di lokasi, pemakaman Suku Mandiliang, Desa Salo Timur, sudah terkena longsor.

Lahan pemakaman itu berbatasan langsung dengan aliran anak Sungai Kampar. Di belakang lahan pemakaman tersebut, terhampar lahan sudah digali. Sehingga membentuk genangan air menyerupai waduk.

Puluhan truk pengangkut hasil pertambangan mengantre menunggu giliran pasir dan kerikil dimuat. Pertambangan dimiliki atas nama pengusaha, Saharuddin, memiliki izin operasi sejak  November 2009 lalu.

Warga setempat menyebut, pemilik usaha pertambangan itu bernama Ujang Godang. Distamben Kampar menyatakan, izin usaha itu hanya dua tahun dan akan habis masa berlakunya November 2011 lalu.

 Ujang Godang belum bisa dikonfirmasi. Nomor selulernya yang jauh sebelumnya pernah dihubungi Tribun, tidak aktif. Dihubungi berkali-kali, sambungan seluler tetap tidak terhubung.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kampar, Basrun, mengungkapkan, telah mendapatkan laporan dari satu LSM soal keberadaan Galian C tersebut. Menurutnya, tim sudah melakukan pengecekan ke lapangan.

"Sekarang sedang dikaji. Apakah ada pengaruh Galian C atau tidak? Belum tahu lagi. Yang jelas, kalau ternyata merusak lingkungan, kita akan rekomendasikan agar izinnya dicabut," ujar Basrun kemarin sore. Sementara itu, Kepala Distamben Arizon, belum bisa dikonfirmasi.
Penulis: nando
Editor: zulham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
119153 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas