A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ekskavator Bekerja Hingga Dini Hari - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Pekanbaru

Ekskavator Bekerja Hingga Dini Hari

Jumat, 22 Maret 2013 18:31 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, SALO - Penambangan pasir dan kerikil atau Galian C di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, masih terus beroperasi. Areal pengerukan sudah sampai di balik pemakaman adat. Bukan hanya siang, Galian C juga beroperasi di malam hari.

Saat Tribun ke lokasi penambangan tersebut, Kamis (21/3) dini hari, satu unit alat berat jenis ekskavator bekerja dibantu dengan lampu sorot ke arah galian. Letaknya hanya sekitar 50 meter dari jembatan Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat, sebelah Markas Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti, Salo.

Alat berat itu bekerja dengan mengeruk pasir dari sungai lalu ditumpuk di bibir sungai. Sehingga, sungai yang sempat mengalami pendangkalan, dikeruk kembali. Tidak jelas berapa orang bekerja tengah malam itu.

Gelapnya malam dan silaunya sorot lampu terpancar dari alat berat, membuat pandangan menjadi tidak jelas ketika diamati dari dekat jembatan. Meski begitu, mesin alat pengeruk sangat jelas terdengar memecah keheningan malam di sekitar pemakaman adat dan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Terlihat jelas, satu orang di depan alat berat bertugas mengarahkan operator alat berat menggerakkan baja pengeruknya. Keadaan sungai dikenal warga setempat dengan nama Sungai Songsang, sudah sangat memprihatinkan.

Aliran sungai semula bermuara ke Sungai Kampar, kini tidak lagi. Betapa tidak, aliran sungai sudah acak-acakan karena dikeruk sehingga tidak jelas alurnya. Bukan itu saja, ganasnya kegiatan penambangan telah sampai ke aliran Sungai Kampar. Sehingga aliran sungai melebar hingga areal pertambangan.

Kepala Distamben Kampar, Arizon, belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan kemarin sore. Sementara itu, saat ditanya batas maksimal jam operasi kegiatan Galian C, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kampar, Erdiot, tidak bisa memberi komentar. Mereka hanya mendampingi Distamben melakukan penertiban.

saat dikonfirmasi pertama kali, Erdiot meminta menunggu untuk berkoordinasi dengan Distamben. Ketika ditanyakan kembali sore harinya, ia mengaku belum dapatkan penjelasan dari Distamben.

"Saya hubungi tadi Pak Arizon (Kadistamben) tidak masuk-masuk. Cobalah langsung kepada beliau," ujarnya. Sebelumnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kampar menerima laporan dari sebuah LSM terkait kegiatan Galian C di sekitar areal pemakaman tersebut. Laporan itu diterima setelah enam makam di sekitar itu ambruk karena longsor.

Kepala BLH, Basrun menjelaskan, tim telah melakukan uji dampak lingkungan. Ia menjelaskan, aktivitas Galian C tersebut tidak sampai mempengaruhi sampai runtuhnya pemakaman. Bahkan tidak juga berdampak terhadap ketahanan jembatan.

"Tapi sudah kita tegur mereka supaya menghentikan kegiatannya. Ternyata yang melakukan aktivitas itu di luar pemilik izin," ujarnya. Kemudian, Tribun memberitahu, kegiatan masih juga berlangsung. Bahkan sampai dini hari. Ia tampaknya kaget. "Iyalah. Kita tegur lagilah nanti," kata Basrun berkilah.
Penulis: nando
Editor: zulham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas