A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Gaji Guru Bantu Provinsi Disalurkan - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Pekanbaru

Gaji Guru Bantu Provinsi Disalurkan

Sabtu, 23 Maret 2013 11:07 WIB
Gaji Guru Bantu Provinsi Disalurkan
ilustrasi/net
Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
- Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau akhirnya menyalurkan gaji guru bantu. Gaji yang sudah dua bulan tertunda tersebut baru dikucurkan Disdik pada hari Jumat (22/3) dan ditujukan ke Disdik kabupaten/kota.

"Dana tersebut baru disalurkan dari provinsi ke Disdik. Lalu siang nanti (kemarin-red) baru disalurkan ke masing-masing kabupaten/kota," ungkap Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Riau, Hendra Hadisuarno SSos saat ditanyai Tribun.

Besaran dana yang disalurkan kali ini adalah Rp 14,6 miliar dengan total penerima 5.854 orang se Riau. Jumlah dana tersebut untuk pembayaran gaji bulan Januari dan Februari 2013. Satu bulan, tiap guru menerima gaji sebesar Rp 1.250.000.

Dalam keterangannya, Hendra mengakui ada keterlambatan penyaluran gaji guru bantu. Keterlambatan penyaluran dana tersebut menurutnya disebabkan sistem pembayaran yang berubah. Dimana, mulai tahun ini Disdik mulai meminta data perorangan guru bantu  dari kabupaten/kota.

Untuk pengumpulan data itu, pihak kabupaten/kota sendiri membutuhkan waktu yang tak sebentar. Apalagi, guru bantu ini banyak tersebar di daerah yang jauh dari pusat kota. Disamping itu, data tersebut juga harus ditandatangani oleh kepala sekolah bersangkutan.

Dijelaskan Hendra, Disdik mengaku harus hati-hati menyalurkan dana tersebut. Apalagi berdasarkan aturan baru, pemerintah tidak boleh lagi mengangkat tenaga honorer. Disamping itu, anggaran yang disalurkan mencapai miliaran rupiah. "Kita tak mau sampai salah administrasi," ungkap Hendra.

Ditambahkan dia, pada bulan Maret hingga Desember nanti, sistem pengiriman gaji akan berbeda dari biasanya. Dimana, gaji akan dikirim melalui rekening guru langsung. Namun, sistemnya masih akan dibicarakan dulu apakah langsung dikirim oleh Pemprov Riau ke rekening guru atau harus melalui kabupaten/kota terlebih dulu. "Hal yang jelas kedepan guru tidak akan menerima gaji secara tunai lagi. Tapi melalui rekening bank masing-masing," ungkapnya.

Alasan mengirim via rekening adalah untuk meminimalisir adanya indikasi pemotongan oleh pihak yang tak bertanggungjawab. Disamping itu, dengan transfer bank, maka proses penyaluran bisa lebih cepat dan efektif. Bahkan dengan hitungan jam saja, gaji bisa langsung sampai ke tangan guru.

Edaran terkait perubahan sistem pembayaran gaji tersebut sudah disampaikan ke kabupaten/kota. Disdik berharap, pihak kabupaten/kota segera meneruskan informasinya ke masing-masing guru. Sehingga, penyaluran gaji bulan Maret yang diperkirakan dilakukan di awal April tidak mengalami keterlambatan lagi.

"Sistem pembayaran gaji guru bantu memang berbeda dengan PNS. Kalau guru bantu, gaji dibayarkan setelah mereka bekerja selama sebulan. Sebaliknya, PNS mendapat gaji dulu baru bekerja," terang Hendra. Itulah sebabnya pembayaran gaji pasti dilakukan setelah satu bulan tugas berakhir.

Sementara itu, berdasarkan data Disdik, guru bantu di Riau paling banyak ada di Kabupaten Kampar. Jumlahnya mencapai 909 orang. Selanjutnya di Kuansing dengan 709 orang, Indragiri Hilir 661 orang dan Pekanbaru 595 orang. Selanjutnya, Rokan Hulu dan Indragiri Hulu masing-masing 539 orang, Dumai 462 orang, Pelalawan 453 orang, Bengkalis 421 orang, Siak 318 orang, Rohil 169 orang dan Kepulauan Meranti 98 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibanding tahun lalu yang totalnya mencapai 5.892 orang. (*)
Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
125053 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas