Selasa, 25 November 2014
Tribun Pekanbaru

Tender Venue ISG Dimulai April

Selasa, 26 Maret 2013 09:55 WIB

Tender Venue ISG Dimulai April
istimewa
ISG 2013
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau berencana akan memulai proses tender renovasi beberapa venue yang akan digunakan untuk Islamic Solidarity Games (ISG) pada April nanti. Hal ini diketakan Plt Kepala Dispora Riau, Emrizal Pakis.

"Rencana kita April akan kita mulai proses tender. Kita usahakan," kata Emrizal Pakis kepada wartawan di Hotel Aryaduta, Senin (25/3).

Seperti diketahui, seluruh venue yang akan digunakan pada ISG nanti akan mengalami renovasi. Penambahan akan dilakukan seperti toilet maupun pencahayaan. Selain itu juga ruangan pemanasan berupa tenda bagi atlet.

Beberapa venue yang menyita perhatian yang perlu renovasi yakni venue kolam renang, atletik, Stadion Kaharuddin Nasution, Danau Sri Bandar Khayangan, lokasi pertandingan dayung dan venue lainnya.

Apakah terkejar pengerjaannya bila dimulai April nanti? "Diusahankan. Terkejar atau tidak terkejar, yang penting itu kan perbaikan standart. Kita berupaya secara maksimal," kata Emrizal Pakis.

Riau sendiri mendapat deadline pada 1 April nanti dari Menpora Roy Suryo apakah pelaksanaan ISG tetap atu diundur. Deadline ini diberikan mengingat banyak permasalahan dalam pelaksaan ISG. Selain itu tim Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) akan datang 5 April nanti untuk meninjau kesiapan venue.

Dikatakannya, kalau renovasi tidak terkejar dilakukan, yang penting pekerjaan perbaikan venue sudah dilakukan. Dikatakannya, pendekatannya bukan hanya semata - mata standart internasional.

"Misalnya, keingana dari 700 menjadi 1000 lampu. Itu internasional keinginan. Kalau tidak terkejar yang lampu itu tetap akan dipasang. Yang 100 itu mungkin event selanjutnya. Kalau tidak terkejar kan bukan hanya untuk ISG. Kan untuk internasionalnya," kata Emrizal.

Emrizal tidak mau disebut pelaksanaan ISG nanti menggunakan slogan minimalis seperti kala pelaksanaan PON lalu. Menurutnya, pelaksanaan secara minimalis disebut bila bangunan setengah jadi.

"Itu bukan minimalis. Tidak ada yang minimalis. Kalau patokannya setengah jadi. Itu baru minimalis. Kalau menembak kemarin boleh disebut. Kalau sekarang, basket, atlet tidak ada sebagus di Riau ini," kata Emrizal.

Pria yang menjabat asisten II Pemprop Riau ini mengomentari terkait permasalahan stadion utama. Dikatakanya, dana yang sudah dianggarkan di APBD untuk pembayaran utang tersebut akan dibayarkan ke kontraktor.

"Kita sudah dapat masukan dari LKPP dan BPKP. Semoga itu menjadi angin segar. Dengan syrata tidak menyalahi norma yang ada. Uang yang ada sekarang akan. Kita bayarkan yang disediakan di APBD," kata Emrizal.

Seperti diketahui, untuk Stadion Utama ini menurut kontraktor utang Pemprop sebesar Rp 118 miliar. Dana yang tersedia di APBD Riau tahun ini diketahui sebesar Rp 70 miliar untuk pembayaran utang tersebut.

"Untuk total bayar utang secara keseluruhan, harus ada dulu tim tenaga ahli kontruksi ke lapangan. Kalau kita bayar hari ini kita bayar sebesar yang ada di APBD. Tapi itu kan belum menutupi utang secara keseluruhan menurut dunia usahan" ujarnya.

Siang itu, rapat panitia ISG di gelar di Hotel Aryaduta. Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Riau Rusli Zainal. Rapat itu juga sekalian memberikan SK panitia lokal ISG III.

Pelaksanaan ISG III di Pekanbaru sendiri terancam diundur. Permasalahan utama adalah belum cairnya dana dari pusat dan daerah. Beberapa panitia pusat sudah mengatakan pelaksanaan ISG diundur ke Oktober nanti. Namun Gubri Rusli Zainal dalam beberapa kesempatan menegaskan pelaksanaan ISG tetap sesuai jadwal awal yakni 6 Juni nanti. (*)
Penulis: palti
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas