A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Kadis Kelautan Rohil 4 Kali Lakukan Addendum - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 24 Agustus 2014
Tribun Pekanbaru

Kadis Kelautan Rohil 4 Kali Lakukan Addendum

Kamis, 4 April 2013 11:25 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Kelautan dan Prikanan Rokan Hilir (Rohil) Ir H Amrizal bin Abdul Munaf yang dijadikan terdakwa dugaan korupsi pengadaan Kapal Patroli Cepat (KPC) Sembilang di Rohil tahun anggaran 2008 senilai Rp 7 milyar, Rabu (3/04), jalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Sidang dengan agenda membacakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wayan Riana SH dipimpin Majelis Hakim yang diketuai oleh Isnurul S Arif SH MH.

Dalam dakwaannya JPU Wayan Riana SH menyatakan, terdakwa Ir H Amrizal bin Abdul Munaf bersama dengan Ir Tri Jonsuardi (dituntut terpisah) pada tanggal 7 Desember 2006 telah mengumumkan pelelangan Pekerjaan Kapal Pengawas Dinas Kelautan dan Prikanan senilai Rp 7,3 miliar. "Atas pengumuman itu ada sekitar 7 perusahaan mengajukan penawaran," ujar Wayan.

Setelah melalui proses akhirnya tanggal 27 Desember 2006 PT Krida Kreasi Tiirtasarana dengan Direkturnya  Ngurah Ayu Happy Susilawati (daftar pencarian orang) dengan penawaran Rp 6,99 miliar. "Karena keluar sebagai pemenang tanggal 25 Juni 2007 Ngurah Ayu mengajukan permohonan uang muka Rp 1,399 miliar atau sekitar 20 persen dari pagu anggaran,"kata Wayan.

Selanjutnya tanggal 13 Juli 2007 dilakukanlah pembayaran. "Padahal kapal yang direncanakan sudah dibangun oleh Ngurah sejak 25 Juni 2007 itu dan dibangun tanpa pengawasan BKI," ucap Wayan. Anehnya lagi, kata Wayan pelaksanaan survey baru dilaksanakan oleh pengawas BKI tanggal 21 Agustus 2007 setelah progres fisiknya sekitar 28,97 persen. Hal ini tambah Wayan bertentangan dengan aturan yang ada. .

Selain itu kata Wayan, hingga 26 Mei 2008 pengerjaan pembangunan kapal tak kunjung selesai, dan telah tiga kali dilakukan addendum oleh terdakwa.

 " Parahnya lagi tanggal 12 Desember 2008 kapal tersebut dibawa ke perairan Dumai dan periksa oleh Tim Opname ternyata mesin induk sebelah kirinya bergetar. Hal itu kembali di addendum terdakwa," ungkap Wayan.

Ternyata walaupun sudah 4 kali di addendum hingga tanggal 1 April 2009 kapal yang diberi nama Kapal Sembilang tersebut tak kunjung selesai. "Karena tak kunjung selesai kapal dibawa oleh owner PT Krida Kreasi Tirtasarana, dan sampai sekarang tidak pernah dilakukan serah terima barang," beber Wayan.

Kapal KPC Sembilang ini sendiri, dibuat digalangan kapal di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan (Kepri). Kapal patroli itu berukuran 5 X 20 meter, dengan kontruksi terbuat dari bahan fiberglass dengan dilengkapi peralatan komunikasi radio, radar berikut fasilitas alat pendingin yang tergolong canggih.

Atas ulah terdakwa tegas Wayan, maka terdakwa diancam dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 junto pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP “Selain itu, terdakwa juga diancam dengan pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 junto pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP,” kata Wayan.

Usai persidangan terdakwa Amrizal dan Penasihat Hukumnya, Hakim Ma'rifat tidak keberatan dengan dakwaan JPU dan menyatakan tidak melakukan eksepsi. Selanjutnya Majelis Hakim menyatakan sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (*)
Penulis: Rino Syahril
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
132913 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas