• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Siswi SMK Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai Bengalon

Senin, 8 April 2013 10:54 WIB
Siswi SMK Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai Bengalon
NET
Ilustrasi
TRIBUNPEKANBARU.COM, SANGATTA - Seorang pelajar SMK Negeri 1 Bengalon, bernama Sahruni Disih (16) sejak Sabtu (6/4/2013) petang menghilang di Sungai Bengalon.

Gadis yang mencintai otomotif dan bercita-cita punya bengkel motor ini, diduga kuat diterkam buaya muara yang memang dikenal ganas. Hingga Senin (8/4/2013) pagi pencarian masih terus dilakukan dan belum membuahkan hasil.

Keterangan sejumlah warga dan Fitri Cahyati (14)--adik korban--kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, korban diterkam buaya saat mandi. Karena kaget, korban tak sempat melakukan perlawanan.

"Kami mandi bersama, tiba-tiba saja buaya menerkam kakak dan menariknya ke dalam air," ujar Fitri.

Mendengar Sahruni disambar buaya, orang tua dan warga Sepaso Selatan langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan sejumlah peralatan. Beberapa menit kemudian datang bantuan dari Polsek Bengalon.

Fitri Cahyati tidak mengira jika kebersamaannya dengan sang kakak di pemandian merupakan hari terakhir. Meski demikian, ia berharap, kakaknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

"Meski sempat diterkam buaya, karena langsung dikejar warga, semoga saja kakak dilepaskan sehingga bisa selamat," kata Fitri dengan raut muka sangat sedih.

Informasi yang dihimpun Tribun Kaltim (Tribunnews.com Network) dari Koordinator Lapangan yang berasal dari elemen BPBD Kutim, Bayu, pencarian oleh tim SAR gabungan mulai dilaksanakan Minggu (7/4/2013) pagi. Sabtu (6/4/2013) malam sudah mulai dilakukan pencarian oleh warga dan keluarga korban.

"Elemen yang melakukan pencarian bersama di tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Kutim, Basarnas Sangatta, Tagana, personel TNI AD, Lanal Sangatta, Polairud, Polsek Bengalon, rescuer perusahaan, juga warga sekitar. Termasuk para tokoh masyarakat," katanya.

Hingga Minggu malam, pencarian terus dilakukan. Termasuk dengan dukungan piranti lighting (pencahayaan) dari pihak perusahaan. Di lokasi juga akan dibangun tenda untuk wadah koordinasi dan posko tim gabungan.

"Untuk pencarian hari pertama, tim bergerak sekitar radius delapan kilometer ke arah hulu dan hilir. Namun karena arus deras, tim lebih banyak yang ke hilir. Namun hasilnya masih nihil," kata Bayu. Ibu korban, Baliati, juga sempat histeris karena terpukul atas kepergian anaknya.

Pada Minggu malam, tim kembali mengalami kendala. Hal ini karena kondisi sungai bertambah dalam dan arus semakin deras akibat hujan yang turun Minggu siang. Sehingga pencarian pada malam hari dilakukan lebih hati-hati.

Sementara itu, Disih, sang ayah korban yang sehari-harinya bertani, kepada petugas BPBD, mengaku di sekitar tempat tinggalnya kerap terlihat buaya. Namun ia tidak mengetahui dimana buaya ganas itu bersarang, ia mengakui buaya yang kerap hilir mudik di kampungnya membuat warga cemas.

"Warga memang takut dengan situasi sungai yang terdapat buaya. Tapi karena kondisi warga, akhirnya warga tetap saja beraktivitas di sungai. Termasuk mandi dan buang hajat," kata Disih.

Ditengah-tengah kegalauannya menanti nasib anaknya, Disih menaruh harapan Sahruni segera ditemukan, bagaimanapun kondisinya.

"Ini sudah nasib anak saya. Kami sekeluarga sudah pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT," ujar Disih.(*)
Editor: zid
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
135353 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas