Minggu, 19 April 2015

Honor Pengawas Kena Potong Pajak

Rabu, 17 April 2013 19:44

"Sudah dapatnya dikit, masa dipotong pajak juga. Jadinya repot," ujarnya.
Honor pengawas lebih baik dipotong pajak sejak dicairkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke tiap sekolah. Ia mengaku honor diterima tidak sampai Rp 10.000 per hari. "Kalau gini, nambahi kerja aja," imbuhnya.

Pemotongan pajak dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kampar, Jawahir. Ia mengatakan, honor pengawas termasuk bagian dari bantuan pelaksanaan UN. "Setiap dana yang berasal dari pemerintah, harus dipotong pajak," tegasnya.

Besar honor pengawas, jelasnya, tergantung masing-masing sekolah bersangkutan. "Kalau jauh, ada sampai Rp 50 ribu per hari," katanya.
Jawahir menuturkan, secara umum, pelaksanaan UN di Kabupaten Kampar di hari kedua, kemarin, berjalan lancar. Ia tidak mendapat laporan ada permasalahan selama UN berjalan untuk Mata Pelajaran Bahasa Inggris tersebut.

Pada hari pertama, ia mendapat laporan ada kesalahan dalam pembagian soal. Menurut Jawahir, itu disebabkan kesalahan pemaketan dari panitia nasional. "Tapi bisa diatasi," katanya.

Ia menyebutkan, peserta ujian di tingkat SMA/Sederajat di Kabupaten Kampar berjumlah 5.066 siswa SMA. Dari SMK 1.165 siswa dan MA sebanyak 1.466 siswa. "Jumlah sekolahnya sekitar 80-an," kata Jawahir.

Sementara itu, Kepala SMA 2 Bangkinang, Abdul Latief, mengatakan, soal disajikan dalam UN 2013 tidak sesuai dengan kondisi pendidikan di Kabupaten Kampar. Sistem pengacakan soal berjumlah 21 kode tidak realistis.

"Sama saja, makanan enggang dikasih kepada burung pipit," kata Abdul Latief, mengibaratkan penyelenggaraan UN, kepada Tribun, saat ditemui di SMA 2 Bangkinang, kemarin.

Halaman12
Penulis: nando
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas