Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Pekanbaru

Pemkab Diminta Tinjau Ulang Perizinan

Kamis, 18 April 2013 19:06 WIB

TRIBUNPEKANBARU.COM, SALO - Masyarakat sekitar lokasi kegiatan Galian C di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, tak bisa berbuat banyak. Pemerintah diminta proaktif memeriksa atau meninjau ulang perizinan dikantongi pemilik usaha Pertambangan Golongan C tersebut.

Ramli R Datuk Permato Said, Pucuk Adat Kenegerian Salo, kepada Tribun, Rabu (17/4) pagi, menyadari Anak Kemenakan takut menyuarakan protes terhadap usaha Galian C. Menurutnya, hal itu disebabkan pengusaha Galian C termasuk orang terpandang di desa itu.

"Kalau informasi saya dengar, punya Galian C itu disegani di desa ini. Makanya masyarakat tidak berani bersuara," ujar Ramli. Bahkan, tuturnya, tanggapan dari Kepala Desa Salo Timur belum ada. Ia mengatakan, sudah beberapa kali mendatangi Kantor Kades Salo Timur, namun sang Kades tidak pernah di tempat. Menurut Ramli, Ninik Mamak baru bisa bertindak kalau ada desakan dari Anak Kemenakan.

"Kalau nanti Ninik Mamak yang aktif, dikira ada kepentingan pula," ujarnya mengaku sering meninjau lokasi Galian C di Jalan Raya Riau-Sumatera Barat, depan Markas Batalyon Infantri 132/Bima Sakti itu.

Ramli meminta agar Pemerintah lebih proaktif, termasuk Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) untuk meninjau ulang perizinan Galian C tersebut. Menurutnya, dampak lingkungan ditimbulkan sudah merugikan warga sekitar.

Kegiatan Galian C, katanya, sudah melenceng dari perjanjian dengan masyarakat pemilik lahan. Awalnya pemilik usaha pertambangan hanya bisa mengeruk isi lahan saja. Sedangkan, status kepemilikan akan kembali dikuasai Anak Kemenakan setelah sumber daya yang terkandung habis.

"Sekarang, bekas galian sudah ditanami sawit. Pada akhirnya sudah menjadi milik pengusaha," ujar Ramli. Meski begitu, katanya, untuk menyampaikan keberatan itu tergantung Anak Kemenakan pemberi kuasa kepada pengusaha dalam perjanjian. Kepala Desa Salo Timur, Sukhaidir, belum bisa dikonfirmasi.

Beberapa kali dihubungi, kades tidak pernah mengangkat sambungan seluler dari Tribun. Seperti diwartakan, aktivitas Galian C disebut-sebut mengakibatkan longsornya pemakaman umum dan Makam Adat tempat peristirahatan terakhir Ninik Mamak.

Namun, BLH Kampar menyatakan tidak ada hubungan antara Galian C dengan pemakaman tersebut. Sementara itu, akibat aktivitas pengerukan pasir dan kerikil tersebut menyebabkan aliran Sungai Songsang bermuara ke Sungai Kampar dalam kondisi memprihatinkan.

Jalur aliran arus sungai sudah berantakan. Bukan itu saja, ganasnya kegiatan pertambangan tersebut telah sampai ke aliran Sungai Kampar. Sehingga aliran Sungai Kampar melebar hingga areal pertambangan.
Penulis: nando
Editor: zulham

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas