• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Kembali, Pengunjuk Rasa Tagih Janji Bupati Jefry

Rabu, 1 Mei 2013 15:57 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG  - Kembali, kesekiankalinya berlangsung aksi unjuk rasa yang kecewa terhadap Bupati Kampar Jefry, Selasa (30/4). Kali ini, aksi digelar oleh puluhan pemuda mengatasnamakan dirinya Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) di Bundaran Balai Bupati, Jalan Prof M Yamin, Bangkinang.

Sejak awal aksinya, mereka mengeluarkan kata-kata tak patut ditujukan kepada Bupati Jefry. Berbagai kata menggambarkan kekecewaan mereka disampaikan dalam orasi. Di bawah penjagaan ketat dari kepolisian, mahasiswa melampiaskan kekecewaannya dengan hujatan.
Mereka menyebut Bupati Jefry sebagai pengumbar janji dan belum ada ditepati janji tersebut. "Hingga sekarang, belum ada janji-janji politik Jefry dipenuhi," ujar seorang pengunjuk rasa,  Kimek, dalam orasinya.

Selain berorasi, mahasiswa juga membawa selebaran berisi pernyataan sikap mereka. Dalam pernyataan sikap itu, massa menilai rakyat kembali ditindas oleh pemimpinnya. Janji ketika kampanye tinggallah janji. Pemilukada usai, maka usai pulalah janji politik.

"Apa dijanjikan Jefry waktu Pilkada, hanyalah tipu belaka," kata Kimek ketika membacakan pernyataan sikap itu.

Janji pembangunan Plaza Bangkinang dengan menggunakan APBD hanya isapan jempol semata. Malah, menurut pengunjuk rasa, nasib para Pedagang Kaki Lima (PKL) semakin tidak jelas. Selanjutnya, mereka juga menyinggung janji kenaikan Tunjangan Penambahan
Penghasilan (TPP) PNS Kampar hingga Rp 2,5 juta.

Kemudian, janji penambahan Alokasi Dana Desa (ADD). Bahkan, pendidikan gratis tak pernah tertinggal dijanjikan ketika kampanye, sama sekali tak terwujud. Selang kurang lebih 30 menit berorasi di Bundaran Balai Bupati, massa melanjutkan aksinya ke Pasar Inpres Bangkinang.

Di pasar, mereka tidak berorasi. Mereka hanya membagi-bagikan selebaran kepada para pedagang pasar dan kepada warga yang kebetulan berada di sekitar pasar. Seorang pengunjuk rasa, Hendra, mengatakan, kedatangan mereka ke Pasar Inpres karena para pedagang termasuk paling merasakan pengingkaran janji tersebut.

"Sudah saatnya kita merapat dan bersatu, saling bahu-membahu, bekerja sama demi satu tujuan yakni, berantas kezholiman," tandasnya.
Setelah membagi-bagikan selebaran di pasar, massa pun membubarkan diri dengan tertib.  (*)
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
149713 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas