• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Wanita Yang Masuk Geng Motor Disetubuhi Terlebih Dahulu

Rabu, 15 Mei 2013 09:27 WIB
Wanita Yang Masuk Geng Motor Disetubuhi Terlebih Dahulu
TribunPekanbaru.com/Doddy Vladimir
Anggota Geng Motor Pekanbaru bersama barang buktinya
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Meski gembong geng motor bernama Mardiyanto alias Klewang sudah ditahan, para kepala sekolah, guru, dan siswa di Pekanbaru harus tetap waspada. Sebab, sekolah menjadi lahan perekrutan anggota geng motor, terutama sekolah yang memiliki basis anak-anak nakal.

Pelajar yang berhasil direkrut tersebut delapan di antaranya sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka pelaku tindak kriminal. Keenam pelajar ini ditangkap Senin (13/5) lalu, dari sejumlah SMA sederajat di Pekanbaru.

Informasi sekolah menjadi basis perekrutan geng motor pimpinan Klewang, disampaikan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar, dalam ekspos tindak kriminal yang berhasil diungkap jajarannya dalam sepekan terakhir di ruang Mapolresta, Selasa (14/5).

Dijelaskan Adang, menurut keterangan Klewang, disetiap sekolah kawanan geng motor ini menempatkan satu anggota berpengaruh untuk melakukan perekrutan. Penempatan anggota ini dikhususkan buat sekolah yang memiliki basis anak-anak nakal.

"Mereka membangun jaringan di sekolah-sekolah juga dengan menampatkan satu anggota berpengaruh. Perekrutan pelajar paling mudah tentunya di sekolah yang mereka nilai memiliki basis anak-anak nakal," kata Adang.

Setelah berhasil melakukan perekrutan, apakah itu di sekolah maupun
di tempat lain, anggota baru wajib menjalani serangkaian tradisi dalam sistem kaderisasi geng motor pimpinan Klewang. Dimulai dari setiap anggota baru harus melakukan perkelahian dengan anggota lama.

Biasanya anggota lama yang adu ini adalah anggota kepercayaan Klewang dengan sebutan panglima. Jumlah panglima ini enam orang.  
Perkelahian ini dilakukan di kompleks Stadion Utama Riau dan di rumah Klewang di Kecamatan Tambang, Kampar. Siapapun yang menang dalam perkelahian akan diangkat menjadi panglima atau tangan kanan Klewang.

Lebih biadab lagi, khusus perekrutan anggota wanita akan diuji kesiapan mentalnya dengan cara disetubuhi terlebih dahulu oleh ketua besar Klewang dan enam panglima lainnya.

"Itu (menyetubuhi) mereka lakukan kepada anggota wanita dan saat ini masih kita lakukan pengembangan. Sementara untuk pemerkosaan juga akan kita terus kembangkan, karena sejauh ini baru satu korban yang melapor," ujar Adang.

Saat ini sudah 50 orang kawanan geng motor pimpinan Klewang tertangkap. Berdasarkan penyelidikan, hanya 13 orang yang terlibat melakukan tindak kriminal, termasuk Klewang. Tindak kriminal yang dilakukan di antaranya pengrusakan, perampokan, dan pemerkosaan.

Hingga saat ini, anggota geng motor besutan Klewang ini sudah melakukan pengrusakan 40 warnet di Pekanbaru. Di antaranya warnet di Jalan Parit Indah, Jalan Bukit Barisan, Jalan Senapelan dan sejumlah jalan lainnya.

"Tujuan mereka untuk mencari nama bahwa geng motor yang mereka namai XTC sudah melakukan pengrusakan terhadap puluhan warnet. Sehingga kelompok lain menjadi takut. Selain perusakan warnet, kami juga menerima 25 laporan mengenai tindak kejahatan lain seperti merampas dan menganiaya. Sebanyak 15 kasus di antaranya sudah terungkap," jelas Adang.

Kemarin, Kombes Adang Ginanjar secara keseluruhan dalam satu pekan ini pihaknya mengungkap tindak kriminal sekaligus menangkap 27 tersangka dari berbagai tindak pidana, seperti geng motor sebanyak 13 tersangka, curanmor 3 tersangka, jambret 2 tersangka.

Barang bukti yang diamankan, kata Adang, di antaranya senjata api beserta 5 amunisinya, sepeda motor sebanyak 65 unit, laptop 6 unit, puluhan handphone, dompet, dan tas. "Semua barang bukti sudah kita
amankan," ujar Adang.

Residivis

Catatan kriminal kepolisian, Klewang merupakan seorang residivis dan sudah tiga kali keluar masuk penjara. Berawal pada tahun 1974 ditahan 7 bulan akibat perkelahian, kemudian tahun 1984 akibat pencurian sepeda motor dan terakhir 1997 terlibat penipuan.

"Kita belum tahu kasusnya di Pulau Jawa seperti apa, ini semua kasus di Pekanbaru," ujar Adang.

Keterangan Klewang istrinya saat ini tinggal di Kecamatan Tambang. Namun saat Tribun menanyakan kepada Klewang apakah istrinya melarang apa yang dilakukannya, Klewang memilih diam.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, selama pengkaderan anggota baru geng motor yang dipimpinnya sering dilakukan di kediamannya di Kampar. Klewang sendiri memilih diam saat dicerca pertanyaan, selain karena mulutnya yang sudah sakit. Kepada Klewang sendiri akan diancam dengan pasal 170 Juntco 175 mengenai pengeroyokan dan
kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.

Siswa Jera

Sehari pasca penangkapan sejumlah siswa yang diduga terkait jaringan geng motor pimpinan Klewang, Dinas Pendidikan (Disdik) turun langsung ke Polresta Pekanbaru. Hal ini dilakukan untuk mendata identitas siswa yang ditangkap termasuk mengetahui nama-nama sekolahnya.

"Tadi saya sudah tugaskan Kepala Bidang Kesiswaan untuk mendata siswa yang ditangkap terkait geng motor. Sampai saat ini, Disdik juga menyerahkan penanganan masalah ini kepada pihak kepolisian," ungkap Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Prof DR Zulfadil SE MBA kepada Tribun, Selasa (14/5).

Pada dasarnya Disdik bisa memahami apa yang dilakukan polisi dengan menjemput siswa terduga anggota geng motor di sekolahnya masing-masing. Karena bagaimanapun juga, kejahatan yang dilakukan geng motor ini sudah sangat meresahkan masyarakat Pekanbaru.

Kadisdik juga berharap, penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian ini menimbulkan efek jera bagi para siswa. "Ini menandakan bagaimana seriusnya polisi menangani tindakan geng motor," ungkap dia. Dengan demikian, siswa yang tidak terlibat juga menghindar dari perbuatan negatif itu.

Disdik juga mengaku siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait bagaimana selanjutnya menangkap siswa terduga geng motor yang ada di sekolah. Meski demikian, Disdik belum jauh berpikir untuk merekomendasikan para siswa tersebut dipecat dari sekolahnya. "Kami akan telusuri terlebih dahulu keterlibatannya," ungkap Zulfadil.

Sejauh ini, masih polisi yang mengetahui sejauh apa keterlibatan para siswa itu dalam aksi geng motor. kalau hanya sekedar ikut-ikutan, tentu pendekatan yang lebih cocok dikedepankan adalah pembinaan.
Disdik juga siap terlibat langsung dalam proses pembinaan.

Sebaliknya, jika keterlibatan mereka hingga mengarah ke tindak kriminal, Disdik sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada polisi.

Menurut Zulfadil, Disdik tidak memiliki kemampuan untuk menemukan siswa mana yang terlibat geng motor. Meski demikian, kepala sekolah dan wali kelas dapat diarahkan untuk mendeteksi lebih dini anak didiknya yang berpotensi terlibat. Kadisdik mengaku, saat ini pihaknya tak ingin siswa berkesempatan terlibat dalam perbuatan yang sama. Termasuk juga melakukan tindakan kriminal lainnya. (cr11/hes/ rsy)
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
157873 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas