Rabu, 10 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pembalut Wanita Hasil Daur Ulang?

BAGI Anda Kaum Wanita, Hati-Hati Dengan Pembalut Yang Anda Gunakan!

Tayang:
Editor:
Citizen Report
Pengirim: Nadia Tri Ananda
Mahasiswi Kelas 1A, Prodi 3D Kebidanan, Stikes Hangtuah Pekanbaru

BAGI Anda Kaum Wanita, Hati-Hati Dengan Pembalut Yang Anda Gunakan! Apa yang pertama kali dicari oleh perempuan ketika datang bulan? Sudah pasti pembalut. Saat ini, banyak merek pembalut wanita yang menawarkan berbagai kelebihan. Mulai dari aroma, warna dan bentuknya. Belum lagi iklan di media massa yang semakin gencar.

Tentunya hal itu membuat sebagian orang bingung menentukan pilihan. Waspadalah, tidak semua pembalut aman bagi kesehatan organ intim kaum perempuan. Apalagi, jika kebersihan kurang terjaga. Pembalut bisa jadi pemicu munculnya infeksi, iritasi atau vaginitis (radang Miss V).

Dan tahukah anda bahwa pembalut perempuan ternyata bisa sebagai penyebab tumbuh dan berkembangnya kanker serviks? Ya, zat DIOKSIN atau pemutih barang bekas inilah yang dapat menyebabkan kanker serviks.Memang tidak semua pembalut perempuan mengandung dioksin, tapi jika anda tidak hati-hati, maka bisa berakibat fatal bagi kesehatan anda.

Dioxin adalah senyawa yang tergolong karsionogenik. Dampak keracunan dioxin untuk jangka panjang adalah kanker dan aterosklerosis sehingga menaikkan angka kematian sampai 46 persen pada beberapa kasus.

Karena sumber dioxin bisa dari berbagai materi yang ada di sekitar kita, maka dioxin menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia, karena pengaruh negatifnya sudah dapat dicapai hanya pada dosis yang sangat rendah yaitu beberapa part per trillum dalam lemak tubuh kita.

Dioksin merupakan senyawa yang mampu mengacaukan sistem hormon, yaitu dengan cara bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga mengubah fungsi dan mekanisme genetis dari sel, dan mengakibatkan pengaruh yang sangat luas, yaitu kanker, menurunkan daya tahan tubuh, mengacaukan sistem saraf, keguguran kandungan, dan dapat mengakibatkan cacat kelahiran (birth deformity).

Pembalut wanita adalah produk sekali pakai. karena itulah para produsen mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp, menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya. Bahan bakunya mulai dan kertas koran, kardus, karton bekas, penuh dengan bakteri dan kuman-kuman, serta bermacam pewarna sintetis, dan berbau.

Dalam proses daur ulang, banyak zat kimia digunakan untuk proses pemutihan kembali. Zat kimia juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman-kuman pada kertas bekas serta pembuangan bau. Apabila darah haid jatuh keatas permukaan pembalut wanita, zat dioxin akan dilepaskan melalui proses penguapan. pertamanya akan mengenai permukaan vagina/vulva, kemudian diserap ke dalam rahim melalui saluran serviks, kemudian masuk ke dalam uterus, kemudian melewati Fallopian tubes, dan berakhir di ovary/rahim.

Caranya, sobek pembalut yang biasa digunakan, ambil bagian inti di
dalamnya. Kemudian, ambil segelas air putih menggunakan gelas transparan sehingga lebih jelas. Kemudian ambil sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan ke dalam gelas dan diaduk.  Amati perubahan warna air yang terjadi, jika hancur disertai dengan warna yang keruh bisa jadi pembalut tersebut mengandung bahan pemutih. Pembalut yang baik dan aman adalah yang menggunakan bahan 100 persen dari kapas.

Mengingat pembalut yang banyak beredar di pasaran diduga berbahan dasar dari kertas-kertas bekas yang kemudian diolah dan dicampur berbagai zat kimia sehingga warnanya menjadi putih bersih. Pilih kualitas pembalut yang baik dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Disarankan tidak memilih pembalut yang mengandung bahan penghilang bau atau pewangi yang kadang justru menyebabkan alergi dan iritasi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved